Tiwul, Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Ditelan Zaman

Reporter : Moch Wildanov
Editor : Titin Sukmawati

Probolinggo, Kabarpas.com – Mungkin jajanan tiwul ini hanya bisa Anda jumpai di ajang Probolinggo Tempoe Doeloe, yang digelar di Alun -Alun Kota Probolinggo.

Kuliner berbahan dasar singkong yang keberadaanya mulai menghilang karena kalah saing dengan maraknya fast food yang menjamur.

Meski demikian, pamor kuliner tiwul masih melegenda dan diburu penggemarnya.

Ini terbukti  ketika kuliner tiwul ikut menyemarakan ajang Probolinggo Tempoe Doeloe langsung diserbu penggemarnya.

“Perpaduan rasa asin, manis dan gurih yang bikin tiwul ini tetap digemari. Saya lama tidak meraskan tiwul ini,  makanya denger ada yang jual tiwul saya langsung membeli,” ujar Supardi, salah satu pembeli.

Menurutnya, dengan harga murah yaitu hanya Rp 5 ribu perbungkus, dan isinya bermacam-macam, dari tiwul, gatot, puli hingga gempo siapa pun bisa membelinya untuk menikmati kuliner yang melegenda tersebut.

Selain itu, proses pembuatan yang membutuhkan waktu sehingga kuliner ini jarang ditemui.

“Padahal kuliner berbahan dasar singkong ini selain rasanya enak juga baik untuk keseimbangan asam lambung,” tutupnya. (wil/tin).