Melihat Indahnya Pesona Gunung Bromo dari Angkasa dengan Menggunakan Paramotor

Selain memiliki pesona yang mengagumkan. Mulai dari pemandangan matahari terbit, tebing-tebing curam, padang rumput yang hijau, hingga pemandangan cantik dari puncak gunung.

Keindahan pesona Gunung Bromo sudah tak diragukan lagi. Sehingga inilah yang menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan yang tak hanya datang dari dalam negeri melainkan juga dari luar negeri.

Dan bahkan dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Probolinggo bekerjasama dengan pihak terkait akan memanjakan mata para wisatawan untuk melihat indahnya pesona gunung bromo dari angkasa dengan menggunakan paramotor. Simak berikut laporanya.

_______________________________

Laporan : Moch Wildanov, Wartawan Kabarpas Biro Probolinggo

_______________________________

KABARPAS.COM – BAGI Anda pecinta wisata pacu adrenalin, sebentar lagi Anda akan bisa merasakanya di Wisata Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan para layang dan Paramotor.

Destinasi wisata baru dengan terbang menggunakan Paramotor di kawasan Gunung Bromo ini digagas Oleh KONI Kabupaten Probolinggo.

Pernyataan ini dikemukanan oleh Chalid Abubakar, Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo saat menggelar giat Jalin Sinergitas dengan Jurnalis Pojka Kraksaan di Cafe Resto beberapa waktu lalu.

“KONI akan berkoordinasi Dengan DISPORABUDPAR dan Otoritas terkait, untuk menggagas inovasi ini, karena selain untuk tempat berlatih Atlit Paralayang juga bsa dijadikan wahana destinasi wisata baru di Gunung Bromo,” katanya kepada Kabarpas.com.

“Dipilihnya Gunung Bromo, karena selain tempatnya yang indah kedepan juga bisa untuk menarik wisatawan,” tambahnya.

Bahkan gagasan menarik ini sudah disurvey dan pernah dilakukan beberapa kali di Gunung Bromo ini.

“Kawasan Bromo merupakan tempat yang bagus dan bila ini benar-benar terlakasana mungkin ini hanya satu -satunya di dunia, yatu melintas dan terbang di atas kawah Gunung Bromo dengan menggunakan paramotor,” ungkap Agung Priadjatmiko, pilot paramotor senior.

Hanya yang perlu diperhatikan adalah karakter angin, yang kerap terjadi Torbulensi, sehingga waktu yang paling ideal adalah pagi hari.

“Gunung Bromo lebih indah kalau di lihat dari angkasa, bahkan keseruanya melebihi ketika kita melihat gunung bromo dari kawasan Pananjakan, Seruni poin atau Mentigen,” ujar Tika Wibisono.

Menurutnya, terbang di atas kawah Gunung Bromo benar-benar memacu Adrenalin.

“Namun, merupakan pengalaman terindah dan keseruan tersendiri selama saya berwisata ke sini, Semoga Wisata dengan menggunakan Paramotor ini benar-benar terjadi, agar wisata Gunung Bromo lebih disukai pengunjung,” ucapnya.

Meski begitu, kata Tika diprlukan keseriusan pihak terkait agar Wahana baru ini terealisasi.

“Karena satu sisi bisa meningkatkan dan menjaring atlit paralayang dan paramotor juga bisa menjadi destinasi wisata baru di wisata kebanggaan Kabupaten Probolinggo ini,” jelasnya. (***/Titin Sukmawati).