Muludan

Puisi karya: ‘Abd Al Haris Al Muhasibiy, Rektor Malang

 

MULUDAN,
Peringati Kelahiran Nabi Pungkasan

Menjadi sebuah tradisi.
Peringati kelahiran seorang Nabi.
Dengan cara bersama membaca barjanji.
Seringkali dengan selamatan di pagi hari.
Membawa segala buah-buahan dan hasil bumi.
Bersila di masjid dengarkan bacaan burdah sang kiyai.

Mauladan adalah budaya.
Menghormati Nabi Muhammad yang mulia.
Menjadi sebuah tradisi Nusantara terutama di Jawa.
Ungkapkan rasa gembira dan sangat bangga serta suka ria.
Mempunyai seorang Nabi dari Saudi Arabia untuk seluruh dunia.
Mempunyai visi dan misi sempurnakan akhlak mulia.
Dengan mendidik dan berdakwah kepada seluruh umat manusia.
Ciptakan dunia tanpa kelas dengan utamakan jadi bertakwa.

Muhammad seorang utusan.
Menjadi penyampai sebuah firman.
Menciptkan hidup penuh kedamaian.
Hilangkan permusuhan jauhi peperangan.
Dengan berpedoman kepada kitab suci al Qur’an.
Kitab suci bukan hanya dihafalkan tapi diamalkan.
Menjadi jiwa dan inti yang mampu menggerakkan.
Menata dunia menjadi lebih sesuai dengan kudrat kemanusiaan.

Dengan cara memperingati.
Kita bisa belajar memahami akhlak Nabi.
Menjadi teladan untuk berusaha memperbaiki.
Kehidupan dunia dengan penuh visi dan misi damai.
Selamat maulidun Nabi mari jadikan uswah sampai mati.