KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – SMPN 1 Pajarakan, Kamis (22/11/2018) kedatangan tim verifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia Mey Peggy R. Turut mendampingi Tri Wahyu Nugroho dan Kimiawan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur.

Kedatangan Peggy di SMPN 1 Pajarakan sekitar pukul 09.00 WIB ini disambut oleh Kepala SMPN 1 Pajarakan Arif Syamsul Hadi, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Probolinggo Anang Budiarto, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono, Camat Pajarakan Sukarno dan Forkopimka Pajarakan, Pengawas SMP Edy Santoso, perwakilan Puskesmas Pajarakan dan keluarga besar SMPN 1 Pajarakan.

Begitu sampai di halaman SMPN 1 Pajarakan, tim verifikasi Adiwiyata Nasional ini disambut oleh adik-adik pramuka dan memperoleh pengalungan untaian bunga melati. Dilanjutkan dengan penanaman pohon klengkeng di halaman SMPN 1 Pajarakan.

Kepala SMPN 1 Pajarakan Arif Syamsul Hadi mengatakan selama ini sudah banyak prestasi yang diraih oleh SMPN 1 Pajarakan. Mulai dari ditetapkannya menjadi sekolah model hingga dipercaya ikut dalam Jambore Model. Bahkan dalam akreditasi tahun 2017, sekolah ini mendapatkan poin tertinggi 93. Hingga ditetapkan juga sebagai sekolah rujukan yang membuat pemerintah pusat turun ke SMPN 1 Pajarakan.

“Alhamdulillah, tahun ini SMPN 1 Pajarakan masuk dalam salah satu nominasi sekolah Adiwiyata Nasional. Oleh karena itu kami mohon masukan-masukan dan evaluasi dari tim verifikasi Adiwiyata Nasional. Dibalik sebuah keberhasilan tentunya ada kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki supaya semakin lama semakin bagus,” katanya.

Sementara Tim Verifikasi Adiwiyata Nasional Mey Peggy R menyampaikan ucapan terima kasih banyak atas dukungan semua pihak sehingga SMPN 1 Pajarakan mampu menerapkan sekolah berwawasan lingkungan.

“Saya memberikan apresiasi karena dengan program ini berarti pihak sekolah sejak usia dini sudah menanamkan kesadaran tentang pentingnya kelestarian lingkungan hidup. Saya coba membantu mengangkat sekolah ini menjadi pioner dalam program lingkungan hidup. Saya berharap Bapak dan Ibu guru tetap bersemangat karena butuh 2 tahun untuk menuju Mandiri,” ungkapnya.

Peggy meminta pihak sekolah agar tidak berhenti semangat. Yang perlu menjadi perhatian adalah sarana dan prasarana demi mendukung terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan. Tetap semangat untuk menuju mandiri dan dalam kegiatan ekstrakurikuler hendaknya tetap dimasukkan pesan-pesan lingkungan hidup.

“Tujuan Adiwiyata adalah mengubah mindset semua elemen yang ada di sekolah untuk berperilaku peduli kepada lingkungan. Mulai dari air, sampah, lahan terbuka hijau, biopori, drainase, kesehatan kantin, daur ulang, green house dan lainnya. Untuk menuju Adiwiyata Nasional cukup memenuhi sejumlah capaian yang sudah ditetapkan,” terangnya.

Terpisah Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Probolinggo Anang Budiarto mengatakan untuk penilaian sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2018 ini pihaknya mengusulkan 5 (lima) sekolah meliputi 1 (satu) sekolah Calon Adiwiyata Mandiri yakni SMP Bhakti Pertiwi Paiton dan 4 (empat) sekolah Calon Adiwiyata Nasional diantaranya SMAN 1 Paiton, SMPN 1 Pajarakan, SMPN 1 Leces dan SDN Temenggungan Kecamatan Krejengan.

“Dari hasil penilaian administrasi, SDN Temenggungan dan SMPN 1 Leces tidak lolos. Sementara SMAN 1 Paiton dan SMP Bhakti Pertiwi lolos dan tidak perlu diverifikasi lapangan. Sementara SMPN 1 Pajarakan lolos dan perlu diverifikasi lapangan,” ujarnya.

Dalam Verifikasi Sekolah Adiwiyata Nasional ini, tim dari KLHK RI melakukan penilaian dan pemantauan keliling ke seluruh lingkungan sekolah. Mulai dari proses komposting, penanaman pohon peneduh, aktivitas siswa, kantin sehat dan lain sebagainya. (mel/nis)

Silakan kirim info Anda