Inilah Beberapa Tradisi yang Hilang Saat Selamatan Maulid

Reporter : Abdur Rozaq

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Selamatan peringatan Maulid Nabi Muhammad sudah menjadi tradisi bagi warga, terutama di Pasuruan. Entah sejak kapan tradisi selamatan Maulid dimulai. Namun yang jelas setelah puluhan bahkan bisa jadi ratusan tahun menjadi kebiasaan, sayangnya beberapa hal mulai hilang. Berikut kebiasaan masyarakat yang berubah atau bahkan hilang saat peringatan maulid nabi tersebut:

1. Tradisi masak besar.

Sekitar lima atau sepuluh tahun lalu, saat selamatan maulid ibu-ibu tidak hanya menyiapkan cocogan atau keranjang berisi buah-buahan. Selain menyiapkan cocogan, ibu-ibu juga memasak opor ayam untuk dimakan bersama keluarga serta dibuat hantaran kepada para famili.

2. Membuat Kue Tradisonal.

Selain masak besar, dulu ibu-ibu juga membikin kue tradisional untuk dimakan bersama keluarga, dibawa ke mesjid atau mushalla untuk kenduri serta diberikan kepada para tetangga. Beberapa tahun terahir tradisi itu hilang. Ibu-ibu lebih memilih paketan sembako atau kue-kue buatan pabrik untuk dijadikan berkat kenduri.

3. Cobek dan Cangkingan Diganti Kobokan atau Ember.

Bukan hanya isi berkatan, wadah cocogan serta hantaran juga berubah. Dulunya ibu-ibu menggunakan cobek serta cangkingan atau keranjang kecil dari anyaman bambu warna-warni, kini wadah itu diganti dengan wadah plastik seperti kerpus, kobokan atau ember. (zaq/tin).