Pemkab Probolinggo dan BPTP Gelar Rakor Peningkatan Pengelolaan Lahan dan Air

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probilinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, menggelar rapat koordinasi (rakor) peningkatan pengelolaan lahan dan air di ruang pertemuan Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (8/11/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari para petugas PPL dan Non PPL serta staf UPTD se-Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari BPTP Jawa Timur.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menyampaikan bahwa rakor peningkatan pengelolaan lahan dan air ini sangat menarik karena ke depan persoalan data sesuatu sangat penting. Ada dua hal yang disampaikan dalam kegiatan ini, terutama terkait dengan analisa tanah.

“Saya ingin penggunaan pupuk betul-betul sesuai dengan kebutuhan tanaman dan bukan keinginan petani. Nantinya akan ada tindak lanjut di masing-masing BPP secara teoritis bagaimana ke depan kita ingin pengetahuan kandungan hara dalam tanah dan data. Karena setiap saat dan setiap hari ada perubahan luas sawah dikarenakan perumahan dan lain sebagainya. Saya ingin data yang sebenarnya yang ada di Kabupaten Probolinggo, sehingga tidak salah mengambil kebijakan,” ungkapnya.

Menurut Hasyim pemberian pupuk harus sesuai kebutuhan tanaman sehingga tidak ada pemborosan. Terlebih ke depan ada wacana subsidi pupuk akan dikurangi. Oleh karenanya jika perilaku petani seperti ini maka akan berkaitan dengan pendapatan di usaha tani padi.

“Data yang kita miliki adalah data valid sehingga kami nanti bisa mengambil kebijakan apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah terkait dengan luas lahan yang kita miliki. Kita tidak boleh berbohong apalagi terkait data. Kesimpulan yang benar dari data yang salah akan berbahaya dari pada kesimpulan yang salah dari data yang benar,” terangnya..

Sementara Kepala BPTP Jawa Timur Chendy Tafakresnanto mengungkapkan informasi Sumber Daya Lahan (SDL) sangat diperlukan karena tanaman membutuhkan lahan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Ada keragaman SDL menyebabkan keragaman tanaman sesuai dengan potensi lahan.

“Selama ini sering terjadi kegagalan dalam budidaya karena tidak atau kurang informasu SDL. Informasi SDL diperlukan untuk menentukan dosis pupuk yang tepat serta mengurangi degradasi lahan karena penggunaannya tidak sesuai dengan daya dukung lahan,” ungkapnya.

Menurut Chendy, karakteristik tanah akan sangat ditentukan oleh bahan induk tanah. Untuk mengetahui karakteristik tanah maka harus dilakukan evaluasi lahan yang merupakan proses dalam menduga kelas kesesuaian lahan atau potensi lahan untuk penggunaan tertentu, baik untuk pertanian maupun non pertanian.

“Evaluasi lahan ini bertujuan untuk menentukan tipe penggunaan lahan yang berkelanjutan (suitainable). Cara menetapkan kelas kesesuaian lahan dilakukan dengan cara matching. Yakni mencocokan antara sifat tanah termasuk kondisi fisik lingkungannya dengan persyaratan penggunaan lahan tertentu.,” jelasnya.

Chendy menambahkan peningkatan produksi pertanian dilakukan melalui peningkatan produktivitas, peningkatan indeks pertanaman (IP) serta perluasan areal tanaman.

Peningkatan produktivitas dilakukan dengan menggunakan benih unggul, perbanyakan populasi dan penggunaan pupuk berimbang. Peningkatan indeks pertanaman dilakukan dengan pengaturan jadwal tanam serta panen hujan dan pemanfaatan air bawah tanah. Perluasan areal tanam dilakukan dengan pembukaan lahan baru dan tumpangsari.

“Mengenal SDL dan potensinya sangat penting untuk arahan penggunaan lahan, pengembangan komoditas pertanian harus sesuai dengan potensi lahannya agar tidak terjadi degradasi lahan, peningkatan produksi pertanian perlu dilakukan melalui produktivitas, IP dan perluasan tanam. Serta tanaman membutuhkan pupuk untuk pertumbuhannya,” pungkasnya. (mel/nis).