DPRD Kabupaten Probilinggo Mulai Bahas RAPBD 2019

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama dengan DPRD Kabupaten Probolinggo mulai melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019.

Pembahasan ini diawali dengan penyampaian Nota Penjelasan Bupati Probolinggo tentang Rancangan APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019 oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo.

Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Moh. Yasin ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono, Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo. Serta perwakilan Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, BUMD dan BUMN di Kabupaten Probolinggo.

Dalam Nota Penjelasan Bupati Probolinggo tersebut disampaikan bahwa tahun 2019 merupakan tahun yang penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah karena merupakan tahun pertama dalam mencapai tujuan pembangunan daerah. Hal tersebut tidak terlepas karena adanya beberapa issue strategis dalam proses penyusunan RAPBD tahun anggaran 2019.

Penyusunan R-APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019 sedikit berbeda dengan APBD tahun-tahun sebelumnya. RAPBD tahun 2019 harus menampung banyak issue strategis dan aktual, baik yang bersumber dari pengaruh faktor internal dan eksternal.

“Kondisi ini secara tidak langsung memberi tekanan tersendiri bagi Pemerintah Daerah dalam menjawab kemampuan APBD sebagai salah satu instrumen fiskal daerah dalam mengakomodir pemenuhan prioritas pembangunan tahun 2019,” ungkapnya.

Pendapatan daerah secara total diproyeksikan mencapai Rp 1.818.899.916.000,00. Akibat adanya penurunan alokasi dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, menyebabkan pendapatan daerah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp 331.713.722.624,38 atau sebesar 15,42% dibandingkan pendapatan daerah pada APBD tahun anggaran 2018 setelah perubahan sebesar Rp 2.150.613.638.624,38.

Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menurun sebesar 1,11% dari sebelumnya sebesar Rp 235.850.247.851,40 menjadi sebesar Rp 233.232.019.000,00, dana perimbangan secara umum diproyeksikan akan mengalami penurunan sebesar 23,17% dari sebelumnya sebesar Rp 1.377.518.381.292,00 turun menjadi sebesar Rp 1.058.394.122.000,00 pada pos bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak diproyeksikan turun sebesar 26,00% atau sebesar Rp 31.988.587.000,00.

Lain-lain pendapatan yang sah diproyeksi akan mengalami penurunan sebesar 1,86% dari sebelumnya sebesar Rp 537.245.009.480,98 menjadi sebesar Rp 527.273.775.000,00. Perangkaan tersebut dianggarkan berdasarkan peningkatan pada pendapatan hibah sebesar 1,32% dari sebelumnya sebesar Rp 79.495.181.792,98 menjadi Rp 80.548.000.000,00.

Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya mengalami peningkatan dari Rp 100.277.349.688,00 menjadi Rp 124.624.897.000,00 atau 24,28%. Dana penyesuaian dan otonomi khusus turun sebesar 4,80% dari sebelumnya sebesar Rp 338.350.878.000,00 menjadi sebesar Rp 322.100.878.000,00. Sedangkan untuk bantuan keuangan dari provinsi belum dianggarkan.

Selanjutnya total belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2019 diproyeksikan sebesar Rp 1.862.653.764.000,00 mengalami penurunan sebesar Rp 462.452.514.976,71 atau sebesar 19,89% dibandingkan belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2018 setelah perubahan sebesar Rp 2.325.106.278.976,71.

Terdiri dari belanja tidak langsung diproyeksikan sebesar Rp 1.127.405.046.852,00 atau mengalami penurunan 18,13% dari tahun 2018 setelah perubahan sebesar Rp 1.377.073.540.212,03 dan belanja langsung diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 22,44% dari sebelumnya Rp 948.032.738.764,68 menjadi sebesar Rp 735.248.717.148,00.

Berdasarkan pada uraian rencana pendapatan daerah dan belanja daerah pada APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019 target pendapatan daerah sebesar Rp 1.818.899.916.000,00 dan target belanja daerah sebesar Rp 1.862.653.764.000,00 sehingga perhitungan APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019 mengalami defisit sebesar Rp 43.753.848.000,00 dan defisit tersebut akan ditutup melalui surplus pembiayaan daerah, sehingga APBD tahun anggaran 2019 mengalami anggaran seimbang.

Kemudian pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah. Penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 50.797.848.000,00 atau mengalami penurunan sebesar Rp 129.545.317.352,34 atau turun 71,83% jika dibandingkan anggaran perubahan APBD tahun 2018 sebesar Rp 180.343.165.352,34 dan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 7.044.000.000,00 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.193.475.000,00 atau naik 20,40% jika dibandingkan anggaran perubahan APBD tahun 2018 sebesar Rp 5.850.525.000,00.

Pembahasan Rancangan APBD tahun anggaran 2019 ini akan terus berlanjut kepada Pemandangan Umum (PU) fraksi, Jawasan Eksekutif atas PU Fraksi, pembahasan Banggar dan Tim Anggaran serta Pendapat Akhir (PA) Fraksi terhadap Rancangan APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019. (mel/nis)