Coca-Cola Amatil Indonesia Kembali Gelar Coke Kicks di Pasuruan

Reporter: Ajo

Editor : Titin Sukmawati

 

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) bekerja sama dengan Asian Soccer Academy (ASA) Foundation kembali menggelar Coke Kicks, sebuah pelatihan sepak bola usia dini selama dua hari di daerah operasi Amatil Indonesia. Pasuruan menjadi kota ke-7  dari 10 rencana rangkaian seri Coke Kicks di kota-kota di Indonesia tahun ini.

Sepak bola usia dini berbeda dengan sepak bola usia senior dan profesional yang menuntut performa pemain baik fisik, skill maupun mentalnya di setiap pertandingan. Hal ini yang menjadi titik fokus yang ditonjolkan dalam pelatihan Coke Kicks di Pasuruan, Jawa Timur tahun 2018 ini.

“Sepak bola usia dini bukan hanya menang dan kalah, juara ataupun tidak juara. Pemahaman ini yang akan kembali diedukasi dan diberikan oleh Amatil Indonesia bekerja sama dengan ASA Foundation melalui Coke Kicks,” terang Adipurno Widi Putranto, Corporate Affairs Executive untuk daerah operasi Jawa Timur.

Ia menambahkan, sebagai perusahaan yang memprioritaskan masyarakatnya, Amatil Indonesia terus mencari cara untuk memberikan nilai-nilai positif agar dapat terus tumbuh bersama-sama masyarakat.

“Pelatihan sepak bola usia dini, khususnya yang diberikan untuk para pelatih dan pemain merupakan salah satu cara perusahaan berperan serta bagi pertumbuhan pribadi masyarakat dan juga lingkungan sejak mereka usia dini,” kata dia menambahkan.

Pada pelatihan hari pertama, Coke Kicks memberikan materi pelatihan sepak bola kepada 32 pelatih dari 16 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tersebar mulai dari Gempol, Pandaan, Kejapanan, Bangil hingga Sukorejo.

Pelatihan yang diberikan oleh Coach Eko Darmawan dan Darmanto dari ASA Foundation ini menitikberatkan pada aspek fundamental sepak bola usia dini.

“Usia 6 sampai 14 tahun dalam sepak bola adalah fase kegembiraan bagi pemain,” kata Coach Eko.

Oleh karena itu, lanjut Eko, pemahaman dari pelatih mengenai hal ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadap masa depan para pemainnya.

“Harapannya, dengan pemahaman tersebut para pelatih nantinya dapat menentukan dan mengembangkan pendekatan latihan yang tepat sehingga para pemain dapat berkembang dengan benar sesuai fasenya. Tidak hanya memberikan pemahaman teori pelatihan sepak bola usia dini kepada para pelatih di dalam ruangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Coke Kicks juga memberikan contoh praktik dari teori yang telah diajarkan. Ketika praktik di luar ruangan, para pelatih juga diminta untuk menjelaskan pelajaran-pelajaran positif yang didapatkan dari setiap rangkaian praktik yang telah dilakukan.

Selain mengajarkan pelatihan sepak bola yang memberikan kegembiraan untuk para pelatih dan pemain, Coke Kicks menjadi media bagi para pelatih dan pemain nantinya untuk menumbuhkan semangat dan karakter positif melalui sepak bola.

Seluruh teori dan praktik yang diajarkan kepada pelatih nantinya akan dipraktikkan kembali untuk melatih 224 pemain pada klinik pelatihan di hari ke-2.

Disela-sela kegiatan pelatihan hari pertama, Coke Kicks juga memberikan edukasi dan pengenalan umum mengenai filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia) kepada para pelatih. Kurikulum filosofi cara bermain Indonesia ini diperkenalkan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan diharapkan menjadi filosofi cara bermain yang sama mulai dari Aceh sampai Papua, sejak dari SSB hingga ke tim nasional nantinya.

“Program Coke Kicks tahun 2018 memiliki fokus lebih besar kepada pengembangan pelatih, karena kami melihat bahwa melalui pelatihan sepak bola profesional maka kami dapat membantu mengembangkan bakat-bakat pelatih lokal dan akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar,” tutup Adipurno dari Amatil Indonesia. (ajo/tin).