Hujan Mengguyur Rindu

Oleh: Gus Haidar Hafeez

Setebal kabut meghalang rintang
Memaknai baik seluruh tentang esok
Sejengkal tak jua nampak sendi yang digerakkan fikir suci
Iblis terlanjur bersemayam mengusir malaikat yang pernah bersarang di jiwa

Setan sibuk membangun kerajaan
Dari malas dan tulul amal bersinggasanakan laibun wa lahwun
Penangguhan dirahmani sang pengasih
Iblis berteori dengan disangkanya ibadah
La uzayyinanna fil ardli maha karyanya sebagai motifator

Bumi semakin indah tak tertandingi rembulan juga mars
Iblis berbangga pikirannya diamini kebanyakan khalifah fil ardi
Manusia seringkali terinpirasi ketika kesenangan adalah bagian dari rencana dan cita
Susah membedakan nafsu hitam ataukah putih
Ini ajakan setan ataukah setan diajak
Sebagaimana Izazil dengan sombong tetap mengatakan ini adalah menujumu Tuhan
Aku tidak durhakaimu kecuali mereka iri serta benci padaku
Sebab kedekatanku pada-Mu yaa rabbi

Tuhan subhanahu wa ta’ala
Tidak teracuni suci dan baik fikir mahluk
Tuhan berkuasa dengan sesuka-Nya
Tak hina sebab sakwasangka tetua agama

Hujan mengguyur rindu
Membanjiri relung karam di dasar kalam-Mu
Sabar dan shalat jalan terindah menyambut uluran-Mu
Pastikan ada sungai riaknya terdengar hingga di tengah sahara

___________________________________________
*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.