Veve Zulfikar Raih Penghargaan Santri of The Year 2018 Dari INC

Reporter : Ainur Rofiq

Editor : Titin Sukmawati

 

Surabaya, Kabarpas.com – Baru kali pertama, puncak santri of the year 2018 digelar di Surabaya. Sebelumnya 2016 dan 2017 lalu sempat digelar di Ibukota Jakarta.

Dalam sambutannya, Direktur Islam Nusantara Center (INC), Ginanjar Sabana menegaskan dipilihnya Surabaya sebagai kegiatan ketiga kalinya ini karena sejarah besar kota Pahlawan.

“Jika Jakarta wajah kemerdekaan Indonesia, maka Surabaya rahim kemerdekaannya. Jika tidak ada santri dan Surabaya sebagai medan tempur, rasanya mustahil meraih kemerdekaan. Surabaya kota ilmu, santri dan kota kepahlawanan,” kata Ginanjar Sabana dalam sambutannya (29/10) di gedung spot center UIN Sunan Ampel Surabaya.

Santri of The Year ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center. Ini merupakan salah satu ikhtiar dan berkhidmah kepada pesantren para kiai serta santri.

“Kami berusaha memberikan apresiasi kepada peran santri yang ternyata mereka bisa berkiprah di banyak bidang, santri tidak hanya pelajar atau pengajar di dunia pesantren, santri itu multitalenta seperti seni, budaya, negara, politik dan wirausaha,” terangnya.

Artinya, santri dari dulu punya peran yang tidak bisa dipisahkan untuk kemajuan keberlangsungan dan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Untuk memperluas nominasinya pada tahun depan, ada keinginan mengarah ke sana. Misalnya peran santri di dunia internasional.

“Semoga kedepan tetap diberikan istiqomah dari tahun ke tahun,” kata dosen Universitas NU Indonesia ini.

Tentu yang menilai bukan Islam Nusantara Center, tapi netizen, lanjutnya. Pertama unsur penilain adalah peran dan kontribusi mereka kepada masyarakat dalam bidang tertentu. Setelah itu polling terbuka di media sosial dan internet.

“Dari sinilah netizen memilihnya, dari suara terbanyak akan ditetapkan sebagai nominator dan ditetapkan sebagai santri of the year di bidangnya masing-masing pada puncak peanugerahan,” ungkapnya.

Santri of The Year 2018 ini dimaksudkan untuk, menemukan dan menampilkan Tokoh/Figur santri yang telah memberikan sumbangsih prestasi mereka dalam bentuk gagasan inovatif. Sekaligus kerja dan karya juga prestasi bagi pembangunan bangsa dan negara.

Sementara Rektor UIN Surabaya Prof Masdar Hilmy berharap nominator bisa membawa berkah dan motifasi bagi para santri dan masyarakat Indonesia.

“Semoga bisa membawa berkah dan menjadi motivasi,” pungkasnya. (fiq/tin).