Rupiah Terpuruk, Belasan Pengusaha Tahu di Probolinggo Terancam Ambruk

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Diaz Octa

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Melemahnya nilai tukar rupiah saat ini, membuat resah para Pengusaha UKM tahu di Kota Probolinggo. Pasalnya, harga kedelai impor untuk bahan baku tahu mulai meningkat.

Menurut keterangan salah satu pengusaha yang berada di Kawasan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, melemahnya nilai tukar rupiah berdampak pada harga kedelai import yang merupakan bahan baku tahu.

Dari harga semula Rp 6.400 per kilogram, naik menjadi Rp 6.700 per kilogram. Pihaknya terpaksa harus mengurangi ketebalan tahu yang ia produksi. Selain itu, mengurangi jumlah karyawan dengan pergantian hari libur.

“Cara mensiasati dengan mengurangi karyawan. Dengan car bergilir libur dan ketebalan tahu dikurangi,” ujar Slamet, pengusaha tahu.

“Dampak melemahnya Rupiah, penghasilan berkurang. Biasanya per minggu 400, kini 200. Berharap agar Rupiah kembali menguat,” ungkap Hasan, salah satu karyawan dengan penuh harapan kepada Kabarpas.com.

Para pengusaha tahu khawatir, jika Rupiah semakin melemah, maka harga kedelai import semakin melambung. Dan bisa berdampak rugi besar hingga bangkrut. (wil/diz).

(Visited 41 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *