Kreatif, Pemuda asal Nguling Ini “Sulap” Limbah Bekas Jadi Miniatur Unik

Laporan: Agus Purnomo, Pasuruan

 

KABARPAS.COM – JARUM jam menunjukkan pukul 11.30 WIB saat wartawan Kabarpas.com bertamu ke rumah Ahmad Taufik (32) warga Dusun Pesisir, Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Ya, di tangan Taufik inilah, ia berhasil menyulap limbah bekas menjadi miniatur unik yang cukup menarik.

Bahkan, saat wartawan Kabarpas.com berada di dalam rumahnya. Terlihat bermacam – macam miniatur unik yang terbuat dari barang bekas, seperti dari kayu triplek, botol – botol dan tulang ikan dari tumpukan sampah yang berada di sebelah rumahnya.

Barang – barang limbah bekas tersebut, berhasil ia sulap menjadi miniatur seperti alat musik Drum, gitar dan suling, maupun kendaraan seperti kapal laut, Mobil  Sepeda motor, Pigora untuk fotk dan lampu hias.

Taufik menuturkan, pembuatan miniatur tersebut sudah ia lakoni sejak tahun 2010 silam. Saat itu, ia pulang dari tempat kerjanya sebagai nelayan melihat tumpukan sampah di sekitar rumahnya. Lalu ia memunguti kayu triplek botol – botol bekas dan tulang ikan yang tidak terpakai dan kemudian ia ambil untuk dikelola kembali menjadi miniatur seperti alat musik dan Kendaraan darat maupun laut.

“Saya murni otodidak mas membuat miniatur tersebut, karena dari hobby sebelumnya saya berasal dari komunitas sepeda motor vespa dan juga sering main musik mas,” ujar Taufik kepada Kabarpas.com.

Dengan membuat miniatur tersebut, ia harus membutuhkan waktu 2 hari untuk menyelasaikan 1 miniatur, Dikarenakan butuh mempoles dan mengeringkan kayu triplek hingga 3 sampai 4 jam lebih tergantung dari cuaca tersebut. Sementara alat yang digunakan cukup sederhana, yaitu geraji, cutter, lem dan penggaris.

Menurutnya, dalam proses pembuatanya yang terpenting adalah inovasi, ketenangan untuk membuat hasil karya tersebut. Sedangkan, untuk pemesannya pernah datang dari temannya yang berasal dari Mojokerto, Sidoarjo, dan Jakarta.

“Untuk harganya bervariatif,  misalnya miniatur seperti Drum dan lampu kerang itu pernah ditawar dari teman Rp. 100 ribu hingga Rp. 500 ribu,” pungkas Taufik. (***/Titin Sukmawati).

(Visited 524 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *