Dukung Program Vegetasi Pantai, Mahasiswa KKN UYP Gelar Aksi Rehabilitasi Mangrove

Reporter : Dianis Nurwati

Editor : Titin Sukmawati

Pasuruan, Kabarpas.com – Sebagai bentuk komitmen dalam melasanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa KKN-T Kelompok 7 Univ. Yudharta Pasuruan menggelar Aksi Tanam 200 Bibit Mangrove. Aksi tersebut secara khusus direncanakan dalam Program KKN sebagai wujud upaya mahasiswa mendukung Program Rehabilitasi Mangrove dan Vegetasi Pantai yang dicanangkan oleh pemerintah khususnya Dinas Perikanan Prov. Jawa Timur.

Rehabilitasi hutan mangrove merupakan bagian dari sistem pengelolaan hutan mangrove yang merupakan bagian integral dari pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu yang ditempatkan pada kerangka Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai unit manajemen. Penyelenggaraan rehabilitasi hutan mangrove yang dimaksud ditujukan untuk memulihkan sumberdaya hutan yang rusak sehingga berfungsi optimal dalam memberikan manfaat kepada seluruh pihak yang berkepentingan, menjamin keseimbangan lingkungan dan tata air Daerah Aliran Sungai (DAS) dan kawasan pesisir, mendukung kelangsungan industri berbasis sumberdaya mangrove.

“Hal ini selaras dengan Program KKN UYP yang mengangkat tema kemaritiman, juga sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam menangani masalah di kawasan pesisir,” terang Hadi kepada Kabarpas.com selaku ketua kelompok KKN.

Sebelumnya, penanaman Mangrove di sekitaran pesisir dusun Sanggaran Desa Tambak Lekok tersebut sudah pernah dilakukan oleh Dinas Perikanan. Namun dalam keberlanjutannya beberapa pohon mangrove mengalami kerusakan akibat dimakan kambing warga yang berkeliaran.

Untuk itu, guna mengawal keberlanjutan program pihak mahasiswa mengadakan kordinasi dengan perangkat desa serta komite sekolah yang berdekatan dengan lokasi penanaman mangrove.

“Kami sangat senang dengan kegiatan yang dilakukan mahasiswa dan kami siap mengawal keberlanjutan program ini,” tegas bapak Sholehudin selaku kepala sekolah MI Al-Muttaqien yang bersebelahan langsung dengan lokasi penanaman.

Adapun terkait jenis bibit mangrove yang ditanam adalah Rhizophora spp. Pemilihan ini dilakukan karena jenis mangrove Rhizophora spp dapat tumbuh dengan baik pada substrat (tanah) yang berlumpur, serta mentoleransi tanah lumpur-berpasir, di pantai yang agak berombak dengan frekuensi genangan 20-40 kali/bulan. Bakau merah (Rhizophora stylosa) dapat ditanam pada substrat pasir berkoral yang sesuai dengan kondisi tanah di pesisir Dusun Sanggaran. (Dn/Tin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *