Puluhan Ibu-ibu di Probolinggo Antusias Ikuti Pelatihan Pembuatan Aneka Kripik

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasyah

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Puluhan orang mengikuti pelatihan pembuatan aneka kripik . Kegiatan yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo ini, dilaksanakan di aula KPRI Sejahtera Pajarakan.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari Desa Guyangan dan Seneng Kecamatan Krucil serta Desa Tiris Kecamatan Tiris. Selama pelatihan mereka dipandu oleh instruktur Anisa dari UKM Keripik Pisang di Kecamatan Tiris. Anggaran kegiatan ini berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2018.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Perindustrian Sri Edi Lestarini mengatakan pelatihan ini diberikan dalam rangka untuk mengentaskan angka kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran.

“Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai bahan bakunya. Dengan kata lain melakukan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki oleh Kecamatan Tiris maupun Krucil. Sekaligus untuk mendukung program daerah berupa wisata kuliner. Kebetulan saat ini sedang dilakukan pengembangan wisata di Kecamatan Krucil,” katanya.

Menurut Sri, pelatihan pembuatan aneka keripik ini bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di daerah melalui bekal ketrampilan kerja bagi masyarakat dan membantu mengangkat ekonomi lokal agar bisa lebih baik lagi.

“Yang terpenting lagi untuk membuka akses lapangan kerja baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain sehingga ke depan bisa mandiri dalam berwirausaha. Dengan demikian ekonomi masyarakat busa meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin baik,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini terang Sri, pihaknya akan melihat terlebih dahulu para peserta yang mampu mengembangkan ilmu yang sudah didapat dengan memproduksi dan membuka lapangan usaha. Karena tidak hanya fokus sampai kepada pelatihan saja, tetapi juga memfasilitasi dengan memberikan pendampingan untuk bisa melihat perkembangan usahanya.

“Dari pelatihan ini kami menargetkan setidaknya ada sekitar 60-75 persen yang mampu mengaplikasikan hasil dari pelatihan ini di lingkungannya masing-masing. Nanti akan kita lihat bagaimana produk yang dihasilkan mulai dari mutu dan kualitas, kemasan dan packingnya,” tegasnya.

Dengan adanya pelatihan ini Sri mengharapkan agar nantinya masyarakat mampu memproduksi sehingga menjadi IKM yang mandiri. Dimana IKM ini adalah sebuah usaha merubah bahan baku menjadi produk setengah jadi. Sehingga paling tidak bisa membuka lapangan kerja dan bisa mengangkat tenaga kerja di daerah tempat tinggalnya.

“Jika sudah mampu membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja, maka tentunya bisa mengurangi angka pengangguran. Dengan demikian secara otomatis daya beli masyarakat meningkat dan perekonomian masyarakat bisa berkembang,” pungkasnya. (mel/nis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *