Ciptakan Kemandirian Wanita Desa, Irma Lumiga Beri Pelatihan Batik Tulis

Reporter : Pendik

Editor : Memey Mega

 

Banyuwangi, Kabarpas.com – Pacu peningkatan kemandirian Ibu-ibu rumah tangga di wilayah pedesaan, desainer terkenal Irma Lumiga beri pelatihan batik tulis di Dusun Krajan, Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Dari pelatihan ini, diharapkan nantinya dapat membantu peningkatan ekonomi masing-maing peserta.

Saat mengikuti pelatihan batik tulis yang digelar oleh Sedulur Irma, puluhna ibu-ibu dibekali telebih dahulu bagaiman cara dasar membatik tulis dengan mudah dan cepat.

Setelah berbagai materi disampaikan, giliran bagaimana membatik secara langsung dipercontohkan oleh Irma Lumiga terhadap Ibu-ibu. Sembari mempersiapakn alat batik dan mendidihnya malam yang direbus. Maka menggamabar pada kain dengan pensil sesuai motif yang diingkan dilakukan terlebih dahulu.

Selanjutnya tinggal membatik kain sesuai motif yang sudah digambar, menggunakan canting yang terisi malam mendidih dipraktekkan.

Menurut Misniah (30) salah satu peserta batik tulis mengatakan, seumur-umur ia tak pernah membatik. Namun setelah mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan arahan dari Bu Irma, jadi sedikit memahami ternyata membatik asik dan membutuhkan kesabaran.

“ Ya kan ini baru pertama, jadi belum maksimal. Tapi saya akan terus mengasah cara membuat batik tulis ini sesuai dengan apa yang disarankan Bu Irman tadi, agar bisa menjadi lebih baik dan dapat menghasilkan rupaih nantinya. ” ucap Misniah kepada kabarpas.com biro Banyuwangi Sabtu (14/07/18)

Di tempat yang sama Irma Lumiga saat ditanya perihal pelatihan tersebut menjelaskan, pelatihan ini di berikan agar terlahirnya ibu mandiri di pedesaan, sehingga dapat membatu kesejahteraan keluarga.

“ Selain itu, ibu-ibu di pedesaan lebih banyak memiliki waktu luang yang panjang. Dari situ mereka dapat memanfaatkan untuk membatik, agar nantinya dapat menghasilkan uang. ” Jelas Irma Lumiga

Desainer yang akrab dipanggil Irma menambahkan, dalam pelatihan ini ia menjamin dua jam ibu-ibu langsung bisa membatik. Agar ketrampian membatiknya terus terasah, ia pun akan meninggal peralatan membatikanya sehingga dapat dibuat belajar secara bergantian.

“ Pelatihan ini tidak berhenti satu kali ini saja, pendampingan akan saya lakukan selama lima bulan. Dan dua minggu lagi saya juga akan kembali lagi ke sini untuk meninjau perkembangan mencanting ibu-ibu. “ Imbuhnya

Nantinya jika para Ibu-ibu sudah piawai, pihanya juga akan membatu pemasaran batik tulis ini, sehingga terciptanya perekonomian mandiri di pedasaan. (Pen/Mey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *