Tim Dokter RSUD Tongas Periksa Kesehatan Bayi Kembar Siam asal Lumbang

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasyah

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Tim dokter dan perawat RSUD Tongas, melakukan kunjungan sekaligus pemeriksaan kesehatan bayi kembar siam Asmaul Husna asal Desa Boto Kecamatan Lumbang. Kunjungan ini dilakukan tepat pada usia 3  bulan kelahiran bayi kembar siam tersebut.

Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Tongas dr. M. Asjroel Sjakrie tersebut, pihak orang tua bayi kembar siam mendapatkan penjelasan dari 2 (dua) orang dokter spesialis anak RSUD Tongas dr Vonny dan dr Catur Prangga.

Tidak hanya sekedar melakukan kunjungan dan pemeriksaan terhadap bayi kembar siam tersebut, pada kesempatan tersebut RSUD Tongas juga menyerahkan bingkisan untuk keluarga bayi kembar siam.

Plt Direktur RSUD Tongas dr. M. Asjroel Sjakrie mengaku sangat bersyukur karena dalam usia 3 bulan ini, bayi kembar siam ini tetap kondisinya sehat. Ucapan terima kasih disampaikan kepada tim dokter kembar siam RSUD Tongas dan dukungan dari Camat Lumbang, Kepala Desa Boto dan Kepala Puskesmas Lumbang, bidan desa maupun perawat yang bahu membahu berupaya memberikan segala kebutuhan materi maupun layanan kepada bayi kembar siam tersebut.

Semoga dengan niat yang ikhlas dan semangat yang tinggi dalam penanganan bayi kembar siam ini, kita senantiasa diberikan kebaikan oleh Allah SWT yang luar biasa dengan bertambah baiknya bayi sehingga menjadi anak-anak yang sehat seperti lainnya,” harapnya.

Menurut Asjroel, kunjungannya di kediaman bayi kembar siam ini bertujuan untuk memeriksa secara langsung yang secara kebetulan bersamaan dengan 3 bulan kelahirannya. Dimana bayi kembar siam ini lahir pada 10 April 2018.

“Melalui kunjungan ini harapan ke depan bayi kembar siam ini tetap sehat, tumbuh fisik maupun kejiwaannya seperti anak-anak yang lain seusianya. Apalagi sudah diputuskan oleh tim dokter dari RSUD dr Soetomo Surabaya bahwa bayi kembar siam ini tidak bisa dipisahkan,” terangnya.

Asjroel menambahkan bahwa kejadian bayi kembar siam asal Desa Boto Kecamatan Lumbang ini sudah diputuskan oleh tim dokter dari RSUD dr. Soetomo Surabaya masuk dalam kembar siam separable dan tidak mungkin bisa dipisahkan. Kejadian ini memang jarang sekali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Kembar siam ini berasal dari satu sel telur,” tegasnya.

Untuk sekadar diketahui, bayi kembar siam ini lahir pada Selasa (10/4/2018) lalu yaitu sekitar pukul 15.15 WIB melalui operasi caesar di RSUD Tongas. Bayi ini lahir dengan kondisi conjoined twin parapagus atau dempet perut dan dada serta hanya memiliki sepasang kaki. Saat dilahirkan bayi yang berjenis kelamin perempuan ini memiliki berat badan 4,2 kg dan panjang dada hingga kaki 37 cm. (mel/nis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *