Ratusan Penghuni Lapas Kelas II B Kota Pasuruan Tak Bisa Nyoblos, Ada Apa?

Reporter : Joko Santoso

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Sebanyak 229 Warga Binaan Lapas (WBL) kelas IIB Kota Pasuruan ikut andil dalam pesta demokrasi Pilkada serentak 2018, Rabu (27/06/2018).

Ketua KPPS TPS 20, Anggre mengatakan, jumlah tersebut tak hanya daftar pemilih tetap (DPT) namun ada juga warga binaan yang juga perpindahan dari luar Daerah Pasuruan.

Diketahui, warga binaan yang termasuk daftar pemilih tetap berjumlah 107 orang, kemudian ditambah dengan warga binaan yang dari pindahan atau luar daerah yang memakai surat keterangan berjumlah 74 orang, dan warga binaan yang hanya memakai KTP atau KK berjumlah 48 orang.

“Jadi jumlah 229 itu tidak semua warga binaan asli Kota Pasuruan, ada juga warga binaan yang dari luar Daerah,” ujar Anggre kepada Kabarpas.com.

Selanjutnya, selain warga binaan yang mencoblos di TPS 20 ini, juga ada warga perumahan terdekat yang ikut mencoblos.

Meski demikian, ia juga menjelaskan jika ada sekitar 200 warga binaan yang tak dapat mencoblos, hal tersebut dikarenakan, jika warga binaan tak bisa melengkapi administrasi pemilihan.

“Ada mas yang tidak bisa mencoblos, karena mereka nggak bisa memenuhi persyaratan pencoblosan yang telah ditentukan KPU,” lanjutnya.

Selain itu, dalam TPS ini juga terlihat keunikan, sebab para petugas TPS tersebut memakai pakaian sakera. Pakaian tersebut untuk menunjukkan pakaian khas Pasuruan dan menunjukkan simbol Jawa Timur yang terkenal dalam sejarah.

“TPS ini untuk menunjukkan bahwa kita harus bangga dengan pakaian khas ini, dan juga untuk menarik perhatian warga binaan,” tegas Anggre kepada Kabarpas.com.

Diketahui juga, pencoblosan pada TPS ini di mulai pada pukul 08.00 WIB dan selesai sekitar pukul 12.00 WIB. (jok/tin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *