Dzalim

Puisi karya : Atqol Atqia, Santri PPTQ Al Asy’ariyyah PusatKalibeber Wonosobo

 

Sampai kapan aku begini

Melanggar perintah Ilahi

Sampai kapan aku begini

Menerjang larangan Robbi

Beberapa orang memandangku mulia

Padahal aku hina

Beberapa orang memandangkualim

Padahal aku dholim

Tingkah lakuku

Tak sesuai dengan ucapanku

Isi hatiku

Tak sebening air mataku

Sulit bagiku

Berlomba-lomba dalam kebaikan

Namun mudah bagiku

Berlomba-lomba dalam kemaksiatan

Aku mungkin bukan hamba

Yang pantas dipanggil hamba

Aku mungkin hanya orang

Yang jauh dari hakikat hamba

 

Yang selalu terpuji

Tanpa ingin dipuji

Dan yang selalu mengabdi

Tanpa ingkar janji

Sampai kapan aku begini

Mengaku mencintai Nabi

Namun sunnah-sunnahnya

Banyak aku tinggali

Sampai kapan aku begini

Mengaku cinta ulama dan kyai

Namun nasehat-nasehat mereka

Banyak yang tak ku jalani

Aku yang banyak dosa masih selalu mengharap surga

Seakan-akan aku lupa

Bahwa Nabi Adam diusir dari surge

Hanya Karena satu surga

Namun aku selalu ingat pesan ulama

Bahwa Allah takkan pernah berputus asa

Untuk terus mengampuni hamba-Nya

Meski telah berlumur dosa

Aku selalu berharap dan berusaha

Untuk terus berlomba-lomba

Dengan mereka para pendosa

Memohon rahmat dan ampunan-Nya

___________________________________

*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *