Cerita Ustadz Syarif, Dai Ambassador asal Pasuruan yang Safari Dakwah di Jepang

Oleh: Abu Avzalea

 

Jepang, Kabarpas.com – RAMADAN merupakan bulan penuh berkah bagi seluruh kaum muslimin, tak terkecuali seperti yang dirasakan oleh Ustadz Dr Moch Syarif Hidayatullah, LC, M.Hum. Ya, Dai muda kelahiran Kota Pasuruan ini terpilih menjadi Dai Ambassador Dompet Dhuafa untuk berdakwah di negeri Jepang selama bulan Ramadan.

Dai Ambassador sendiri merupakan program dakwah internasional Cordofa, dengan mengirimkan dai-dai berkompeten ke berbagai negara di penjuru dunia selama Ramadan. Latar belakang dari program ini sesuai dengan kebutuhan dakwah dan pertumbuhan muallaf yang semakin meningkat di luar negeri. Meski begitu, dalam program ini hanya ada 25 dai terpilih yang menjadi Dai Ambassador Dompet Dhuafa.

“Alhamdulillah, ini adalah salah satu jalan dakwah mensyiarkan agama Allah di negeri orang,” ujar pria yang merupakan Majelis Pembina di Yayasan Raudhatul Mustariyah Kota Pasuruan tersebut, kepada Kabarpas.com melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (20/05/2018).

Ustadz muda yang dikenal produktif menulis ratusan buku ini mengaku, tak pernah menyangka bisa kembali mendapatkan amanah sebagai Dai Ambassador Dompet Dhuafa. Pasalnya, di tahun sebelumya di program yang sama, ia juga pernah mengikuti Safari Dakwah Dai Ambassador Dompet Dhuafa di Negara Hongkong.

“Ini adalah yang kedua kalinya saya mengikuti Safari Dakwah Dai Ambassador Dompet Dhuafa. Jika di  tahun sebelumnya saya Safari Dakwah di Hongkong, dan syukur alhamdulillah sekarang bisa berdakwah di Jepang,” kata pria yang merupakan penulis novel “Mahar Jingga” tersebut.

Ustadz Syarif sendiri berangkat ke Jepang pada Selasa (15/05/2018) malam lalu. Dan saat ini merupakan hari kelima ia singgah di negeri Jepang. “Di sini (Jepang.red) saya banyak belajar juga tentang bagaimana kemajuan orang Jepang dan bagaimana mereka meraih itu semua,” tegas pria yang juga Dosen Tetap di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Selain itu, dalam safari dakwanya di negara yang berjuluk Negeri Sakura tersebut, Ustadz Syarif akan melakukan dakwah secara bergiliran di 13 Kota. “Untuk audiennya yaitu para mahasiswa S1, S2, dan S3, juga profesor di kampus-kampus yang ada di Jepang, termasuk mahasiswa internasional,” imbuhnya.

Kendati demikian, pria yang juga CEO Datdut.com ini menceritakan bahwa ada suka dan duka berdakwah di negeri orang. “Berdakwah di negeri yang mayoritasnya bukan Muslim tentu ada tantangannya. Salah satunya saat menyampaikan dakwah, kita tidak boleh mengganggu lingkungan sekitar. Suara tidak boleh terlalu keras. Kalau pun di masjid, suara terdengar hanya di dalam ruangan,” pungkas doktoral Universitas Indonesia tersebut. (***/abu).

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *