Aku, Dia, dan Tuhan

5.728 views

Puisi karya : Makhfud Syawaluddin

 

Awalnya aku hanya mendengar sebuah wacana
Cinta tidaklah berlogika
Benar atau tidak! Entahlah…
Yang kurasakan menguatkan wacananya.

Aku seperti orang gila
Hanya karena merindukannya.
Aku seperti berada di padang savana.
Hanya kerana tak bersamanya.
Lelahku seperti bekerja sebulan penuh.
Hanya karena Dia tak menyapa seperti biasanya.
Begitu pun sakitnya raga ini
Sembuh hanya dengan bersamanya.
Atau…
Begitulah cinta pada awalnya…
Atau…
Begitulah adanya…

Hingga kutanyakan pada Tuhan
“Wahai Tuhan… Benarkah itu cinta?
“Iya” bisik pelan hatiku
“Tetapi aku menjadi menderita karenanya” lanjutku
“Tentu saja… Setelah bahagia ya susah” jawab hatiku
“Terus aku harus bagaimana?” imbuhku
“jadikan dia yang kedua setalah-Nya” pungkas hatiku

Bila memang seperti itu wahai Tuhan
Aku tak lagi bertanya namun berdoa
“Jujur saja aku sering melupakanmu hanya karenanya. Jika dia adalah yang sebenar-benarnya cinta, buatlah aku mengingat-Mu kala mengingatnya”
Aamiin.

Kamis, 3 Mei 2018

 

___________________________________

*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *