Wow, Batik Khas Pasuruan Tembus Rusia

Reporter : Abdur Rozaq

Editor : Agus Harianto

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Mengunjungi pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diselenggarakan Disperindag Kota Pasuruan di Mall Pasuruan, ada beberapa stand yang menarik perhatian Kabarpas.com. Salah satunya adalah stand batik tulis khas Pasuruan milik perajin asli Pasuruan.

Memang belum terlalu banyak yang tahu jika di Pasuruan masih ada perajin batik tulis. Meski sudah ada sejak puluhan tahun silam dan digeliatkan kembali oleh pemiliknya pada tahun 1995, batik khas kota Untung Suropati ini belum terlalu booming di pasaran lokal, namun telah menembus pasar Eropa.

Ditemui di stand pameran UKM, Muhammad Saifulloh (50), pemilik usaha batik rumahan itu mengatakan jika batiknya telah diekspor ke berbagai negara, termasuk Jerman, Korea dan Rusia.

“Yang khas dari batik kami adalah motifnya. Sebab kami mengeksplorasi tema-tema lokal dalam motif batik. Yang wajib ada adalah motif daun sirih karena daun sirih merupakan asal nama kota Pasuruan. Dalam beberapa literatur kan asal nama Pasuruan berasal dari pesuruhan karena dulu di sini banyak orang nginang atau makan sirih dengan tembakau? Makanya motif daun sirih selalu ada selain motif pakem seperti liris dan kawung,” katanya.

Dijelaskan, ada beberapa motif batik khas Pasuruan. Selain daun sirih, juga mengabadikan pring kuning, sego jagung, keris serta beberapa situs sejarah peninggalan Belanda. “Semuanya kami angkat dalam rangka meneguhkan identitas lokal,” imbuhnya.

Ditanya mengenai tenaga kerja yang dilibatkan dalam produksi batiknya, warga Tembok Rejo itu menegaskan melibatkan para tetangga. “Kami bukan hanya berbisnis, mas. Tapi juga melestarikan kearifan lokal. Kalau cuma bisnis, batik printing kan beres?,” pungkasnya kepada Kabarpas.com, Sabtu (28/4/2018). (zaq/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *