Lukisan Waktu

Puisi karya Yai Amax

 

Pada kaki malam yang terus berjalan
Iringi detik dan detak
Yang tak mungkin kembali
Setelah fajar menghampiri

Lalu apa salah waktu
Ketika udzur telah pun membentur
Sedang noda tetap saja tercipta
Di bibir-bibir sang pendosa

Gerimis seolah mengemis
Kala raga mulai tak berdaya
Kala jiwa terus menerus merana
Sesalpun tak ayal
Memetik pagi yang bening
Dikemuning yang hening

Lalu apa salah waktu
Ketika sukma berlumur lusuh
Krisis batin bergemuruh jauh dari teduh
Bersimpuh luruh dalam peluh
Tak kunjung surut jiwa kian merapuh
Menahan gundah nan gaduh
Lunturkan noda dari rongga yang mengeruh

Rumpun rimbun pelik melumat
Memekik akli tak kunjung reda
Sesal kian menghimpit
Menjerat asa berpalung masa
Terselubung morgana
Pada petik siang yang tentu menghilang
Mendamba pelangi hiasi senja
Taburi bebunga mewangi tercipta
Telahpun kaki tertatih
Dihilir tanpa rintih
Lalu pulang dalam peluk damai
Yang selama ini diburu dan ia cari

Bangkalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *