PP Darut Tauhid Genggong Peringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Reporter : Ananda Hizbul Khofie
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Makna peringatan Isra Mi’raj adalah mengenang perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Yerusalem menuju ke langit ke tujuh. Umat Islam percaya bahwa Nabi Muhammad SAW diangkat ke langit ketujuh untuk menerima perintah shalat.

Seperti yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren (PP) Darut Tauhid Genggong Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo yang diasuh oleh KH. Moh. Hasan Syaiful Islam, Sabtu (14/4/2018) malam.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi Nyai Endang Nihayati Syaifuridzal serta tokoh-tokoh dari negeri jiran Malaysia dan segenap ulama’ serta tokoh masyarakat di tanah Genggong.

Dalam sambutannya Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari mengatakan, peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini penting dan tidak hanya sebagai momentum semata. Namun lebih kepada bagaimana memahami nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW tersebut.

“Hikmah yang didatangkan dari perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW itu kan perintah sholat. Jadi mari semua umat muslim terkhusus di kota santri ini kita tingkatkan kualitas sholat. Karena kalau sholatnya sudah baik, InsyaAllah semua aspek kehidupan akan baik juga,” ujar Tantri.

Budaya pengajian ini merupakan budaya agama Islam yang harus digalakkan di tengah-tengah perkembangan zaman. Budaya pengajian menjadi salah satu amanah yang wajib dilaksanakan dari generasi sekarang sampai ke generasi seterusnya.

“Para orang tua saat ini mengalami ketakutan tatkala anak menginjak di usia baligh. Dengan kemajuan zaman ini para generasi muda mudah terpengaruh dengan pergaulan. Dari itulah, sibukkan anak-anak muda itu dengan majelis ilmu dan kegiatan keagamaan, sehingga anak-anak muda sebagai calon pemimpin akan tercapai cita-cita yang diinginkan orang tuanya,” katanya.

Menurut Tantri, orang tua sebagai guru dalam sebuah keluarga menjadi contoh bagi anak-anaknya. “Jaga dan arahkan anak-anak tersebut untuk menjadi anak yang bermanfaat,” pungkas Tantri. (fie/nis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *