Mengenal Lebih Dekat Abdul Aziz Calon Penerima Penghargaan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup

5.645 views

Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Abdul Aziz, penggiat lingkungan asal Desa Randutatah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo saat ini menjadi salah satu calon penerima penghargaan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup tahun 2018 kategori Perintis Lingkungan.

Munculnya nama Abdul Aziz ini merupakan usulan dari Kabupaten Probolinggo yang mengikuti seleksi administrasi. Selanjutnya dinyatakan lolos seleksi administrasi dan mengikuti verifikasi lapangan (verfal).

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo mengatakan Abdul Aziz adalah warga Dusun Patukangan Desa Randutatah yang merasa prihatin terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Pria kelahiran 10 Nopember 1965 ini berupaya untuk melakukan pengurangan abrasi dengan melakukan penanaman vegetasi mangrove yang dirintisnya sejak tahun 2006.

“Hal pertama yang dilakukan oleh Abdul Aziz untuk mengurangi abrasi adalah dengan mengumpulkan buah mangrove dari lokasi setempat untuk dijadikan bibit tanaman mangrove,” katanya kepada Kabarpas.com biro Probolinggo.

Abdul Aziz melakukan penanaman buah mangrove setiap hari dengan harapan masalah abrasi dapat teratasi. Jika masalah abrasi ini tidak segera ditanggulangi, maka bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan daratan banyak yang akan berkurang.

“Apalagi tahun 2009 lalu, dua rumah dan satu tempat ibadah di Desa Randutatah roboh karena abrasi. Permasalahan abrasi inilah yang membulatkan tekadnya untuk terus konsisten melakukan penanaman mangrove secara mandiri,” jelasnya.

Pantai Randutatah yang dulunya gersang dan kotor saat ini menjadi hijau dan indah. Hal ini tidak bisa lepas dari upaya Abdul Azis dengan melakukan konservasi dengan pohon bakau telah merubah Pantai Duta menjadi pantai wisata. Gagasannya disambut oleh CSR PT. Jawa Power pada tahun 2013, sehingga terbentuklah Kelompok Mangrove Pantai Harapan yang dibina oleh tim Jawa Power.

“Warga mulai melakukan penanaman mangrove dan cemara laut. Kini kawasan konservasi itu menjadi kawasan wisata. Tidak sekadar wisata biasa, namun eduwisata maupun ekowisata. Baru tiga tahun setelah ditanam, mangrove tersebut efektif menahan abrasi,” terangnya.

Kepedulian Abdul Aziz dalam upaya pelestarian lingkungan perlu mendapatkan apresiasi dari pemerintah untuk lebih memperkuat peran mereka dan bentuk apresiasi tersebut telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui pemberian Penghargaan Pelestari Lingkungan Pantai.

“Kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu seluruh program lingkungan hidup yang digulirkan oleh pemerintah perlu sinergitas dan dukungan dari masyarakat untuk mencapai hasil yang maksimal,” tukasnya. (mel/nis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *