Kejar Target Pembangunan Tol Paspro, Dua Bangunan Dieksekusi

Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Demi mengejar target selesainya pembangunan jalur tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), lahan dan dua bangunan yang dilintasi jalur tol Paspro dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Eksekusi ini dilakukan untuk mempercepat pengerjaan tol yang ditargetkan rampung pada awal Mei 2018 mendatang.

Dua bangunan yang dirobohkan diketahui milik Arifin, warga Desa Tongas Kulon Kecamatan Tongas dan rumah milik Hasan, warga Desa Sumberbendo Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Dalam eksekusi ini, ratusan personel keamanan dari Polri dan TNI dikerahkan untuk mengendalikan situasi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR untuk tol Paspro, Agus Minarno mengatakan, eksekusi terpaksa dilakukan karena kedua bangunan itu berada dalam jalur pembangunan tol. Sedangkan pemilik tidak bersedia melepas, dengan alasan harga pembebasan terlalu rendah.

“Pemilik masih belum sepakat soal harga, sehingga harus menunggu putusan dari Pengadilan Negeri Kraksaan. Jadi sekarang, sudah ada ketetapan hukum,” kata Agus Minarno saat mengawal proses eksekusi di Desa Tongas Kulon Kecamatan Tongas, Kamis (15/2/2018).

Seusai dieksekusi jelas Agus, pihaknya akan langsung melakukan pembangunan proyek tol di atas lahan bekas bangunan tersebut. “Kita kebut pembangunannya, karena pada awal Mei nanti tol Paspro Seksi 1 dan 3 harus diresmikan,” tukasnya.

Sementara pemilik lahan bangunan Arifin mengaku ia memang belum bersepakat soal harga dengan pihak pengelola. Luas lahan milik Arifin seluas 6.300 meter persegi dengan dua bangunan berupa satu rumah dan satu musholla.

“Belum ada kesepakatan harga mas, bagi kami tertalu murah harganya itu. Namun kalau sudah begini, ya mau gimana lagi,” ungkapnya kepada sejumlah awak media. (fudz/nis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *