Artis dan Wartawan Banyuwangi Sisihkan Rezeki Untuk Korban Longsor

Reporter : Dhony Martha
Editor : Pendik

Banyuwangi, Kabarpas.com – Peristiwa bencana alam tanah longsor di Dusun Sambungrejo, Rt 02 Rw 03, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, pada Minggu (04/02/2018) kemarin menelan korban jiwa. Bahkan, pasangan suami istri Sumiran (55) dan Salamah (43) meninggal dunia dalam bencana tersebut. Peristiwa tragis itu seakan menjadi perhatian bagi warga Banyuwangi.

Atas kondisi itulah, pada Senin (05/02/2018) siang, rombongan Artis dan Wartawan Banyuwangi, serta kasat narkoba Polres Banyuwangi AKP Indra Najid dibantu Satuan Polisi Jalan Raya Satuan (PJR) Jatim V-1, Banyuwangi, Kanit AKP Budi Handoko, terlihat menyambangi rumah Misena adik Almarhum Salamah yang tinggal di Dusun Pertapan, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Rumah adik korban disambangi rombongan, karena ia telah merawat putri korban yakni Azizah (6) yang selamat dari maut tersebut. Saat ditemui Misena mengatakan, Aziza masih merasakan kesakitan pada kakinya, karena tertindih ibunya waktu kejadian rumahnya tertimbun tanah longsor.

“Diduga saat itu ibunya berusaha melindungi anaknya dari bencana tersebut,” kata Misena saat ngobrol-ngobrol bersama rombongan.

Sedangkan Erwin Yudianto SH, perwakilan rekan media dari koran harian pagi Memo Timur dalam momen tersebut mengungkapkan rasa belasungkawanya atas kejadian yang merenggut kedua korban tersebut. Kedepan pihaknya berharap, pemerintah dapat membantu putri almarhum yang masih berusia 6 tahun itu.

“Kami beserta rombongan sangat berbelasungkawa dan prihatin, karena anak sekecil ini sudah berstatus yatim piatu dan tak memilki tempat tinggal. Semoga kedepan pemerintah bisa memperhatikan keberlangsungan hidup putri kedua almarhum,” ungkapnya.

Usai berdialog dengan pihak keluarga korban, rombongan media dan artis papan atas Banyuwangi yakni, Wandra Restusian, Dwi Retno, dan Adi Bolo itu, langsung memberikan sumbangan dana untuk Azizah, dengan harapan bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi anak kecil yang selamat dari musibah maut tersebut.

“Semoga bermanfaat untuk adik Azizah,” terang Wandra.

Selanjutnya, rombongan bergegas menuju ke rumah korban, untuk melihat secara langsung kondisi rumah yang sudah rata dengan tanah, akibat bencana longsor. Tak lupa doa bersamapun dipanjatkan untuk kedua almarhum. Dan usai doa dilakukan, Kades Bayu Sugito yang juga bersama dengan rombongan di TKP menceritakan, kedua korban ditemukan sudah dalam keadaan tewas di ruang tengah, tertindih reruntuhan matreal rumah yang ambruk akibat tertimpa longsoran tembok penahan tanah setinggi 4 meter.

Sedangkan Azizah saat itu selamat. Dan ketika ditemukan dia merintih meminta tolong, seketika itu juga warga yang mendengar suara Azizah, langsung menolongnya.

“Jadi ketiganya tertimbun longsor dan tertindih matreal rumah. Kedua orang tuanya ditemukan sudah meninggal. Sedangkan Azizah ditemukan dua jam kemudian dalam kondisi selamat. Hanya saja mengalami luka di bagian kaki. Azizah ditemukan dalam pelukan kedua orang tuanya yang berusaha melindungi, saat musibah berlangsung,” jelasnya kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi.

Dari musibah itu warga setempat juga melakukan doa bersama dengan melaksanakan istighotsah di tempat kejadian atau bekas rumah korban. (don/pen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *