Dari Minder Menjadi Super

311 views

Oleh: Adib Mubaroki, Konsultan Kautsar Management

Jakarta (Kabarpas.com) – Anda pernah minder? Anda pernah merasa iri kepada potensi orang lain yang hebat? Lalu Bagaimana cara menyikapi rasa minder tersebut?Minder ini kebagi menjadi dua, minder karena kekurangan fisik, dan kekurangan potensi.

Nah, cara untuk menyikapi rasa minder itu mungkin bisa ikuti langkah-langkah berikut ini:

Yang Pertama: sadari bahwa Tidak Ada Yang Salah Dengan Anda.

Manusia sudah diciptakan dalam kondisi yang sebaik-baiknya. Bahkan cacat fisik pun tidak mengurangi kebaikan manusia.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS At Tiin:4)

Jika Allah mengatakan bahwa kita sebaik-baiknya makhluk, mengapa kita memvonis diri yang negatif? “Oh, Saya tidak!”. Memvonis diri bukan hanya oleh perkataan saja, tetapi pikiran dan tindakan pun mengambarkan anggapan Anda terhadap diri Anda.

Kita memiliki potensi yang dahsyat, pasti diantara kita mempunyai kelebihannya masing-masing dan berbeda-beda.

Lalu mengapa menyia-nyiakan potensi tersebut?

Yang kedua: Bersyukur atas pemberian Tuhan.

Dia tidak bersyukur atas nikmat potensi yang diberikan Allah kepadanya, sebagai bukti dia menyia-nyiakannya.

Dia memvonis dirinya tidak mampu. Mungkin dia tidak mengatakan bahwa dirinya tidak mampu, tetapi perilakunya menunjukan bahwa dia menganggap diri tidak mampu.

Kita dilahirkan dalam kondisi nol. Kita menjadi pribadi tertentu karena perubahan yang dilakukan oleh manusia (termasuk oleh orang tua dan diri sendiri).

Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala). (HR. Bukhari)

Jika akhlaq kita adalah bentukan manusia (kita dan orang tua), maka kita bisa mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik atau sesuai dengan yang kita inginkan. Jika diri kita saat ini adalah hasil dari pikiran dan tindakan, maka kita bisa berubah dengan mengubah pikiran dan tindakan kita. Kita bisa!

Ini yang harus kita camkan, jika Anda minder, itu hanya sebuah peristiwa. Anda tetaplah Anda, potensi Anda tidak berkurang. Anda tidak menjadi rendah. Bahkan, justru Anda menjadi lebih baik jika diperbaiki dan memaksimalkan.

Sikap ketiga: Yakinlah Setiap yang dianugerahkan Allah pasti ada hikmahnya.

Jauh lebih baik Anda memikirkan pelajaran atau hikmah dari pemberian Allah, potensi yang lebih di tingkatkan, potensi yang kurang jadi evaluasi untuk perbaikan. Kekurangan ini akan menjadi bekal untuk percobaan selanjutnya. Setidaknya Anda sudah mengetahui cara yang salah atau kesalahan yang terjadi sehingga tidak perlu dilakukan pada masa mendatang.

Setiap kegagalan, selalu ada hikmahnya. Temukan ini. Ini lebih penting dibanding hanya memikirkan kekurangan yang yang ada pada diri kita.

Yang salah adalah saat Anda punya kekurangan namun tidak pernah mengambil hikmah dan memperbaikinya, maka kegagalan tinggal kegagalan. Petik manfaat dari kekurangan yang berupa hikmah yang bermanfaat.

Cara menyikapi kekurangan dengan fokus ke hikmah. Jadi kita harus yakin bahwa kekurangan yang ada pada diri kita itu bukanlah kiamat.

Bukankah, banyak orang yg mempunyai kekurangan fisik tapi mereka lebih sukses dari kita?

Seperti kisah Rick Hoyt, dan Dick Hoyt contohnya.

Kuncinya adalah keyakinan. Yakinlah akan ada kebaikan dan potensi yang besar dari setiap anugerah  yang diberikan Allah.

Itulah tiga cara menyikapi keminderan yang benar, bukan hanya Anda tidak kecewa tetapi menjadikan Anda menjadi semakin tangguh dan ahli pada potensi kita masing-masing. (***).

_______________________________________________________________

* Rubrik Inspirasi dan Motivasi hidup ini adalah kerjasama antara Kabarpas.com (PT. Media Masyah Publika) dengan kautsarmanagement.id (Kautsar Management) yang berkantor di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *