TWSL Kota Probolinggo Probolinggo Dilengkapi Fasilitas Cinema 6D

Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – TWSL (Taman Wisata Studi Lingkungan) Kota Probolinggo saat ini sudah dilengkapi dengan fasilitas cinema 6D. Peralatan dan teknologinya sudah di uji coba mulai Kamis (18/1/2018) lalu. Fasilitas ini diharapkan mampu menarik pengunjung lebih banyak dari sebelumnya, sehingga juga bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). “

Selama masa uji coba, Wali Kota Probolinggo Rukmini akan memberikan tiket gratis bagi anak-anak tidak mampu untuk refreshing menikmati fasilitas tersebut. Sehingga diharapkan pengunjung dari luar kota seperti, Jember, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Bondowoso dan Situbondo yang selama ini berkunjung ke TWSL bisa lebih banyak.

“Terima kasih kepada investor yang merealisasikan fasilitas ini, sehingga anak-anak yang ingin nonton tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Di wilayah timur, cinema 6 D hanya ada disini. Semoga bisa lebih ramai di TWSL. Jam buka akan disesuaikan dengan jam layanan TWSL. Hanya saja perlu ditambah jalur untuk pintu keluar yang dekat area nonton,” ujar Wali Kota Probolinggo Rukmini.

Sementara Benjamin Mangitung selaku investor masih akan melengkapi berbagai fasilitas penunjang lainnya. Seperti penambahan AC maupun kelengkapan lainnya sehingga penonton lebih nyaman. Sekitar Rp 960 juta sudah terserap dana untuk menyiapkan fasilitas cinema 6 D tersebut.

“Kita bukan profit oriented, ketika Ibu Wali Kota berkeinginan untuk meramaikan TWSL maka kita realisasikan sesuai kesepakatan bersama. Dalam waktu dekat akan dibuka untuk umum,” üjar pemilik BJBR ini.

Dengan kapasitas 20 orang, penonton yang masuk diminta memakai kacamata yang disiapkan. Selanjutnya, mereka diminta memakai sabuk pengaman di kursi itu serta kakinya dilarang turun. Posisi kursi sendiri sedikit lebih tinggi, begitu adegan diputar maka kursi bergerak mengikuti alur filmnya. Jika belok ke kanan, maka kursi bergerak ke kanan dan sebaliknya. Keseruan nonton semakin terasa seperti menjadi pemerannya. (fudz/nis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *