Santri PP SAQA Kraksaan Ditemukan Meninggal Dunia

Reporter: Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Upaya pencarian yang dilakukan oleh Baritim Banser Kota Kraksaan bersama TRC BPBD Kabupaten Probolinggo dan TNI/Polri terhadap Moh. Arifin (16 th), santri Pondok Pesantren Syekh Abdul Qadir Al Jailani Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo yang hanyut terbawa banjir di sungai Kertosono membuahkan hasil.

Hanya berselang 4 (empat) jam dari awal dihanyut banjir, Arifin santri asal Desa Tambelang Kecamatan Krucil tersebut ditemukan sudah meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 100 meter dari tempat terseretnya korban sekitar pukul 21.30 WIB, Jum’at (19/1/2018).

Letak sungai yang begitu dalam menjadi tantangan petugas Baritim Banser bersama tim untuk melakukan evakuasi korban. Petugas pun menggunakan beberapa alat seperti tali dan tandu yang cukup menguras tenaga. Belum lagi kemiringan lokasi ditemukan korban hingga tempat evakuasi aman.

Slamet Kurniadi, Baritim Banser Kota Kraksaan kepada Kabarpas.com mengatakan awalnya pihaknya merasa kesulitan untuk menemukan tubuh korban karena air juga terlalu deras. “Terlebih arusnya juga masih besar dan sungainya sangat dalam sehingga menghambat proses penyisiran di pinggir sungai tersebut,” jelasnya.

Namun setelah proses penyisiran yang memakan waktu sekitar 4 jam, akhirnya korban Moh. Arifin dapat ditemukan di sungai dalam kondisi yang sudah meninggal dunia. “Saat ditemukan posisi korban dalam keadaan terlentang di aliran sungai,” ujar Kurniadi.

Setelah ditemukan, korban Moh. Arifin yang memakai baju hitam dan celana panjang warna hitam ini langsung dievakuasi ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk kepentingan otopsi. (fudz/nis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *