Di Kala Letih Kau Masih Ada Waktu Untukku Ayah

131 views

Oleh : Almas Baks

Ayah …
Punggungmu lebam terbakar sinar matahari
Telapak tanganmu terasa kasar
Dan telapak kakimu mengapal tebal
Apakah gerangan yang kau kerjakan selama ini
Kau selalu pergi pagi-pagi sekali
Seusai ayam jantan memekikkan suara nyaringnya
Seusai kening-kening jiwa yang takut pada Tuhan-Nya
Merendahkan kepala mereka di atas sajadah
Di bilik-bilik mushala
Sepagi buta itu kau berangkat
Katamu untuk bekerja
Demi istri dan anak-anakmu

Ayah …
Tak sedikitpun keluhan ku dengar dari bibirmu yang kering
Tak sedikitpun rintihan keluar dari suara lisanmu yang parau
Tak sedikitpun kau mengerang atas rasa sakit yang kau jalani
Demi keluargamu

Ayah …
Setiap senja tiba kau pulang
dengan bahasa tubuh yang teramat letih
Serta perutmu yang selalu riuh
pertanda tak ada sesuatu apapun
Yang kau makan sejak pagi
Apa saja yang kau lalui sepanjang hari ini

Ayah …
Dikala lelah dan letih
Kau masih bersabar dengan kami yang tak mau tahu
Seperti apa hari yang kau lalui
Dengan manja dan egois kami menuntut banyak hal padamu
Namun dengan senyuman kau sanggupi permintaan konyol anak-anakmu
Mesti kau tau semua itu diluar batas kemampuanmu

Ayah …
Aku selalu menerka-nerka apa yang kau lakukan sepanjang hari
Mengapa kau begitu letih
Dan menimbulkan bekas di sekujur tubuhmu
Sepahit apa hidup yang kau jalani
Sepayah apa jalan yang mesti kau tempuh
Demi kami
Anak-anakmu yang tak tahu-menahu
Tentang apa yang terjadi dengan segala hidup dan kehidupanmu
Kini ku telah beranjak dewasa
Dan telah kupahami semuanya
Tentang kau dan kehidupanmu
Tentang perjuanganmu
Tentang peluhmu yang membanjiri tanah
Tentang cucuran air mata buah dari munajatmu
Semuanya yang kau berikan
dari hasil yang kau kerjakan
Demi kami anak-anakmu
Dan juga keluargamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *