Tiga Bapaslon Pilbup Probolinggo Jalani Tes Kesehatan

Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Setelah dinyatakan lolos pendaftaran, tiga bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo menjalani tes kesehatan di RSU dr. Soetomo Surabaya, Jum’at (12/1/2018). Sehari sebelumnya mereka telah mengikuti serangkaian tes psikologi, di lokasi yang sama.

Tiga bapaslon tersebut sudah mendaftar ke KPU Kabupaten Probolinggo untuk mengikuti Pilkada pada 27 Juni 2018 nanti. Ketiga bapaslon itu adalah Puput Tantriana Sari-Timbul Prihanjoko (HATI), Abdul Malik Haramain-M. Muzayyan Badri (MMC) serta bapaslon dari jalur independen yakni Jumanto-Imaduddin (JADI).

Untuk tes psikologi dan kesehatan kepada tiga bapaslon tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo telah menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur.

“Kami sudah menjalin MoU dengan rumah sakit dr. Soetomo, IDI, Himpsi dan BNN untuk proses tes Psikologi dan Kesehatan. Kedua tes ini merupakan salah satu syarat mutlak bagi para calon yang mendaftar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo,” kata Ketua KPU Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi kepada media Kabarpas.com.

Tes medis yang dilakukan antara lain dengan berjalan di tread mill. Kemudian pemeriksaan darah untuk jantung, paru, ginjal, organ dalam, rontgen, mata, pernafasan, Eco, kolesterol, gula darah, HIV dan hepatitis. Selain itu, bapaslon bakal menjalani tes urine untuk mengecek kandungan Narkotika dalam tubuhnya.

“Tes dilakukan selama dua hari, oleh karenanya bagi tiga bapaslon disarankan membawa daftar obat-obatan yang di konsumsi selama satu bulan sebelumnya. Kalau ada resep dokter harap dibawa, begitu juga dengan suplemen, jamu dan madu. Sebab dikhawatirkan ada kandungan obat narkotika dan sejenisnya,” terang Zubaidi.

Setelah menjalani tes kesehatan, para bapaslon akan mengikuti tes tulis dan wawancara kejiwaan dengan dewan penguji dari Psikolog dan Psikiatri. “Tes ini untuk memastikan kerohanian dan jasmani bapaslon, layak tidak menjadi paslon Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo,” tegas Zubaidi. (fudz/nis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *