Menag Lukman Hakim Ajak Para Rektor PTKIN se-Indonesia Penuhi Ekspektasi Masyarakat Internasional

Reporter : Clara
Editor : Agus Harianto

Jakarta, Kabarpas.com
Dalam rangka mendorong peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk moderasi dunia Islam. Untuk itu, diawal tahun 2018 ini Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Direktorat PTKI) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag Pusat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Rektor/Ketua PTKIN di Hotel Borobudur Jakarta.

Dalam acara Rakor dengan para Rektor PTKIN ini menghadirkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dalam pengarahannya, Menteri Agama Lukman Hakim mengingatkan Pimpinan PTKIN yang hadir bahwa saat ini ekspektasi masyarakat dunia terhadap sumbangsih PTKIN untuk menata peradaban dunia Islam di tingkat internasional sangat tinggi.

Sebab menururnya, Islam Indonesia saat ini telah menjelma sebagai kekuatan penting dalam mendorong moderasi Islam di level internasional. Untuk itu Menag mengajak para Pimpinan PTKIN yang hadir menjawab tantangan dunia internasional tersebut.

“Maka kita harus sadar diri, supaya kita lebih optimal memberi kontribusi dalam menata dunia,” ajak Menag kepada 56 Rektor dan Ketua PTKIN yang hadir.

Menag melanjutkan, fenomena ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor semakin menguatnya komunitas masyarakat muslim di Eropa yang diiringi dengan fenomena dunia yang semakin ekstrem. Kondisi ini, menurut Menag, membuat moderasi Islam yang dikembangkan di PTKIN semakin relevan.

“Saya sangat beharap, PTKIN bisa mengembangkan, merawat, dan menjaga Islam moderat dengan baik. Karena saat ini moderasi Islam menjadi sesuatu yang niscaya dan dibutuhkan di dunia internasional,” terang Menag.

Dalam rangka itu, Menag mengajak Pimpinan PTKIN untuk lebih menggencarkan promosi Islam moderat di level internasional. Menag juga memaparkan bahwa ada 3 program yang direkomendasikan Menag untuk dikembangkan dan ditingkatkan Pimpinan PTKIN di tahun 2018.

Pertama, visiting proffesor dari Luar Negeri. Menag meyakini, guru besar yang hadir di samping keilmuannya sangat dibutuhkan. Mereka juga bisa dimanfaatkan sebagai duta bangsa untuk Islam Indonesia di negara asal mereka.

Kedua, beasiswa mahasiswa asing. Sejak tahun 2018 sampai 5 tahun kedepan, Kemenag akan menghadirkan 2.500 sd. 3000 mahasiswa asing dari berbagai negara. Sebagaimana para guru besar, Menag juga melihat program ini sangat efektif untuk mendiseminasikan Islam Indonesia ke dunia internasional.

“Mahasiswa yang kita beri beasiswa akan menjadi duta-duta kita, sebagaimana halnya para guru besar Luar Negeri yang kita undang,”jelas Menag.

Terakhir, ketiga, PTKIN diharap serius mengembangkan jurnal internasional. Menag menekankan jurnal ini sangat penting dalam rangka mendorong publikasi karya ilmiah para dosen dan guru besar di Luar Negeri.

Selain dihadiri Menteri Agama dan para Pimpinan PTKIN, kegiatan ini juga dihadiri Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, Sesditjen Pendis M. Ishom Yusqi, Direktur PTKI Arskal Salim, dan para Kasubdit di lingkungan Direktorat PTKI. (cla/gus).

(Visited 5 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *