Nelayan Tegalsiwalan Ditemukan Tewas Mengapung

92 views

Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Upaya keras dari tim SAR gabungan untuk mencari korban tenggelam atas nama Moh. Salehudin (22), warga Dusun Pawan RT 2 RW 2, Desa Tegalsono Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo akhirnya membuahkan hasil.

Namun korban yang tenggelam sejak Jum’at (22/12/2017) malam tersebut ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Korban ditemukan pada Minggu (24/12/2017) siang sekitar pukul 12.30 WIB di perairan Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih dalam posisi tengkurap mengambang di laut.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasatpolair Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno. Menurutnya, korban berhasil ditemukan berkat informasi dari nelayan lain yang ikut melakukan pencarian. Dari nelayan itu diperoleh informasi bahwa terdapat sesosok jasad mengapung, sekitar 200 meter dari titik awal hilangnya korban.

“Setelah kita cek, ternyata benar itu jasad korban. Posisinya mengapung, segera setelah itu kita lakukan evakuasi bersama petugas lain dengan membawa jasad korban ke darat. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke kamar mayat RSUD dr Mohammad Saleh untuk dilakukan visum,” terangnya.

Saat ditemukan, tidak ditemui bekas luka pada tubuh korban, tetapi jasad korban sudah mulai lebam. Terkait penyebab kematian korban, polisi menduga karena korban mengalami kram perut saat menggiring ikan di dasar laut, sehingga ia tak mampu kembali ke permukaan.

“Oleh karena itu demi keselamatan saat berada di tengah laut, kami menghimbau agar para nelayan yang menangkap ikan menggunakan pelampung atau ban pelampung. Semua ini penting sebagai antisipasi dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban Moh Salehudin tenggelam saat hendak menjaring ikan di perairan utara Probolinggo, Jum’at (22/12/2017) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu korban bersama 12 orang lainnya sedang memasang jaring dan langsung meloncat ke laut. Namun korban yang berangkat menggunakan Kapal Motor Rajawali dari Desa Randu Putih Kecamatan Dringu langsung tenggelam. (fudz/nis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *