Jelang Kongres PSSI Probolinggo, Santiyono Ogah Nyalon Ketum Lagi

Reporter : Dimaz Zidan
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Jelang pelaksanaan Kongres Askab PSSI Probolinggo pada 10 Desember 2017 mendatang, Ketua Umum Askab PSSI Probolinggo Santiyono menyatakan mundur dan ogah mencalonkan lagi. Dengan demikian hampir dipastikan Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Probolinggo periode 2017-2021 mendatang akan diisi oleh wajah baru.

Untuk saat ini Komite Pemilihan Kongres PSSI sudah menetapkan 2 (dua) kandidat calon Ketua Umum Askab PSSI Probolinggo periode 2017-2021. Yakni, Didik Mustadi dan Nur Ali Husen. Kedua kandidat ini merupakan dua orang anggota Askab PSSI Kabupaten Probolinggo. Keduanya telah mengambil formulir pendaftaran sebagai Ketum PSSI Kabupaten Probolinggo dan telah mengembalikan formulir.

Santiyono mengutarakan banyak alasan yang membuatnya sudah tidak berminat untuk menjadi Ketua Umum Askab PSSI Probolinggo. Pertama, menyangkut dengan tugasnya sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah yang banyak menyita waktu sehingga konsentrasinya tidak bisa sepenuhnya untuk mengurus Askab PSSI.

“Saya juga ingin memberikan kesempatan kepada para anggota klub. Terutama untuk mengusulkan nama-nama kandidat ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Exco yang menurut mereka mampu membawa keterwakilan klub untuk memperoleh kinerja yang lebih baik,” katanya.

Menurut Santiyono, selama 4 (empa) tahun kepemimpinannya banyak capaian yang sudah diraih. Salah satunya pembinaan bibit pemain muda dari berbagai kelompok umur, mulai dari U-12, U-15 dan U-17. Sudah banyak bibit-bibit pemain muda yang masuk ke tim senior Persikapro.

“Ke depan kerja sama yang sudah ada dalam upaya pembinaan para pemain muda dengan pihak swasta seperti dengan YTL Paiton harus dilanjutkan dan lebih ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Kepada para pengurus baru nantinya Santiyono meminta agar bisa melanjutkan program prioritas pengurus sebelumnya yang belum sempat dilaksanakan. Seperti pembangunan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan dengan angka nominal mencapai Rp 2 miliar yang sedianya dikerjakan pada tahun 2018 mendatang.

“Anggaran itu digunakan untuk perbaikan lapangan dan pembangunan tribun. Disamping itu juga untuk pembangunan ruang ganti pemain yang sesuai dengan standar nasional,” terangnya.

Ke depan Santiyono meminta pengurus baru agar nantinya tetap menjalankan pembinaan dan mempersiapkan diri untuk bisa berpartisipasi dalam Liga 3 nasional. “Saya berharap siapapun yang terpilih dapatnya bisa lebih baik prestasinya dari era saya. Dan saya titip agar jalannya kongres nanti bisa berjalan lancar dan aman,” tukasnya. (zid/nis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *