Rohingya, Makna Antara Cinta dan Amarah

Oleh: Makhfud Syawaludin,
Penggerak KGSKR (Komunitas Gitu Saja Kok Repot) Jaringan GusDurian (JGD) Pasuruan

Rohingya
Manusia seperti Kita
Mempercayai Tuhan Yang Maha Esa
Celakanya…
Tak diakui kewarganegaraannya

Rohingya
Nyata adalah Manusia
Tak benar-benar menjadi manusia
Hidupnya teraniaya dan tak berdaya
Terusir dan diatas kata “sengsara”

Rohingya
Sebagai sesama manusia
Ingin sekali ku pinjam sumpah Ibu Malin Kundang
Jadilah Batu wahai kebencian
Tiba-Tiba kudengar seruan agama
Ini Bela Islam Jihad Di Jalan Tuhan
Serang Agama Budha dan Kepung Borobudur
Hingga bermacam-macam ekspresi kemarahan
Kebencian
Kebringasan
Kezholiman
Membara-bara
Agama makin menjauh dari kemanusiaan
Padahal “Agama jangan jauh dari Kemanusiaan” kata Gus Dur

Rohingya
Kuputuskan untuk berdoa
Sebab Para Kyai dan pemimpin negaraku sudah berusaha
Selesaikan lara dan duka
Untuk senyum manis Rohingya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan kirim info Anda