Rohingya, Idul Adha Penuh Marah

Oleh: Abd Al Haris Al Muhasibiy, Ketua PW LP Ma’arif Jawa Timur

 

Baru saja.
Bangun usai tidur di rumah.
Tidak kudengar takbir yang biasa.
Kudengar di kampung di Bungurasih sana.
Maklum rumah dinas Rektor terlalu memah.
Jauh dari masyarakat dengan syiar agama.

Tiba-tiba.
Aku lihat di WA tak sengaja.
Cak Imin dan Pak Anis marah.
Merespon nasib muslim di Rohingya.
Aku terus marah juga tanpa jedah.
Mengapa begitu tega orang membinasa.
Saudara mereka dengan biadab dan tega.
Mengapa PBB diam seribu bahasa.
Mengapa ada orang terhina justru hanya ketawa.

OKI mana.
Indonesia dan Malaysia mana.
NU dan Muhammadiyah mana.
UIN Maliki Malang sudah usaha dengan do’a.
Segera hentikan segera jangan biarkan saja.

Aku teringat lagi.
Doktrin ayahku sendiri.
Seorang tentara yang gagah berani.
Sangat terganggu jika terjadi ada yang didzalimi.
Entah siapa dan entah agama apa bahkan bangsa apa tak peduli.
Unsur akhaka dzaliman au madzluman kata nabi.
Mengapa hadis ini hanya dikaji tanpa direalisasi di bumi.

Segera.
Jangan biarkan muslim Rohingya.
Mereka menunggu tangan kita semua.
Tindakan cegah jangan sampai terus menderita.
Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla.
Segera bantu mereka ciptakan damai saja.
Lihat pembukaan UUD 1945 yang kita punya.
Amanat ciptakan damai dan keadilan dunia.

Segera.
Jangan hanya marah.

___________________________________

*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *