Polisi Ringkus Gembong Curanmor di Pasuruan

Reporter : Sudarmoko

Editor : Agus Hartanto

___________________________________

Pasuruan (Kabarpas.com) – Satreskrim Polres Pasuruan berhasil menangkap gembong pencurian motor dan mobil yang selama ini biasa beroperasi di wilayah hukum Polres setempat serta meresahkan masyarakat. Pelaku yang ditangkap ini bernama Diono Sugiono, warga Desa Cowek Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

“Belum sempat menghirup udara segar setelah menerima remisi bebas HUT ke-72 RI. Pelaku Diono langsung kami ringkus di Lapas Kelas II B Mojokerto,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Tinton Yudha Riambodo kepada Kabarpas.com, Kamis (17/08/2017).

Napi kasus pencurian hewan ini, lanjut Kasat. Ternyata juga terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Diono adalah penghuni napi dari 227 napi yang menerima remisi HUT RI ke 72. Pria asal Prigen ini dinyatakan bebas setelah menerima potongan masa hukuman selama dua bulan. Kebebasan dirinya dari Lapas Mojokerto itu, sempat ia syukuri dengan sujud syukur bersama beberapa napi lainnya yang mendapatkan remisi bebas.

Namun, Baru beberapa langkah dari pintu lapas, pria bertubuh tambun ini ditangkap polisi berpakaian preman yang telah menantinya. Belum hilang rasa kagetnya, Diono kemudian langsung di masukkan ke dalam Isuzu Panther merah bernopol N 1263 BK.

Kasat menambahkan bahwa pelaku ini diburu petugas sejak bulan September 2014 silam, setelah melakukan pencurian di rumah salah satu warga Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen bersama satu rekannya. “Setelah dilakukan penyelidikan dan keterangan para saksi mata kejadian, akhirnya petugas mengarah pada pelaku ini.” imbuhnya.

Dari penangkapan tersebut, petugas juga berhasil mengamankan satu unit mobil pikap nopol N 8905 TF beserta STNK dan BPKB milik korban. Selain itu dari data yang ada, pelaku ini juga merupakan residivis curat motor dan mobil. Pelaku ini juga telah empat kali masuk penjara dengan kasus yang sama.

“Saat ini pelaku telah berada di Mapolres Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pengembangan. Pelaku kami jerat dengan pasal 363 KUHP,dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya. (abu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *