Sutanto Ditangkap Demi Bela Anaknya yang Bertengkar, Ternyata Ini Alasan Polisi Menangkapnya

Bangil (Kabarpas.com) – Gara-gara membela anaknya yang sedang bertengkar. Sutanto (55), warga Ledog Jagalan, Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan ini, ditangkap polisi. Penyebabnya, ialah ternyata yang bersangkutan telah kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis pedang tak bersarung tangan tanpa dilengkapi surat yang sah.

“Bapak 2 anak ini ditangkap petugas Polsek Bangil, lantaran telah kedapatan membawa senjata tajam tanpa dilengkapi surat yang sah,” kata Kasubag Humas Polres Pasuruan, AKP Yusuf Anggi kepada Kabarpas.com.

Dijelaskan, berawal dari pertengkaran dua anak Sutanto, yaitu bernama Rohman dan Rohim yang bertengkar dengan temannya Farid di dekat Stasiun Kereta Api Bangil, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, kabupaten setempat.

“Saat itu ,sebuah kesalahpahaman kecilpun akhirnya menjadi rumit, karena dua anak kembar Rohman dan Rohim itu, memanggil ayahnya untuk mendapatkan bantuan, disusullah Farid turut memanggil ayahnya,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Namun, niat Farid berbeda dengan dua anak kembar Sutanto. Farid dan ayahnya justru langsung menuju Mapolsek Bangil untuk meminta bantuan kepada petugas, agar pertengkaran tersebut dapat dilerai dan diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Meskipun demikian rupanya dari pihak Sutanto tidak bisa menerima, saat Farid dan ayahnya didampingi petugas kembali menuju ke lokasi pertengkaran untuk menemui Rohman dan Rohim, malah dikedapati Sutanto justru membawa pedang, yang memang berniat ingin menemui Farid usai bertengkar dengan anaknya,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Melihat kejadian tersebut, rupanya penyelesaian masalah secara kekeluargaan tak diterima oleh pihak Sutanto. Sehingga hal ini, membuat petugas langsung bertindak tegas dengan mengamankan Sutanto beserta barang bukti berupa sebilah pedang tersebut.

Selanjutnya Sutanto beserta barang bukti pedang itu digiring ke Mapolsek Bangil untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. “Yang bersangkutan ditangkap karena melanggar pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang sajam dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *