Gus Ipul: Stop Kekerasan Seksual Pada Anak

Purworejo (Kabarpas.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul prihatin, dengan meningkatnya kasus kejahatan seksual terhadap anak. Keprihatinanannya itu didasari lantaran saat ini, Indonesia menempati urutan teratas dalam dunia maya terkait kasus kejahatan seksual anak child abuse material.

“Data dari Yayasan Parinama Astha menyebutkan, 70 persen video kekerasan dan pornografi terhadap anak diupload atau diunggah dari Indonesia,” kata Gus Ipul kepada Kabarpas.com, saat ditemui di sela-sela kehadirannya dalam acara Sosialisasi Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak, di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan, Sabtu (17/12/2016) malam.

Selain itu, kakak kandung Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf ini juga menyebutkan, di Jawa Timur sendiri, pada tahun 2016 hingga bulan Oktober jumlah korban yang melapor 393 kasus, di mana 231 kasus adalah kekerasan terhadap anak. Catatan  ini diperolehnya  dari Pusat Pelayanan Terpadu (PPT).

“Akibat dari tindak kekerasan seksual terhadap anak ini, antara lain hilangnya kepercayaan diri, hilangnya motivasi untuk masa depan, rusaknya kesucian diri, ketakutan atau trauma dan kecemasan, penolakan keluarga serta gangguan emosional lainnya. Untuk itulah, kami selaku pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya melakukan sosialisasi dan pencegahan terjadinya kejahatan seksual terhadap anak,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Menurutnya, solusi untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual terdap anak adalah penegakan hukum, perlindungan anak jadi isu utama, proposionalitas mindset pembangunan (Ekonomi dan Sosial) dan sinergi  antara keluarga, sekolah dan pemerintah.

“Upaya pemberantasan ditujukan kepada pelaku tindak kejahatan seksual, dengan menghukum pelaku seberat-beratnya. Bila pelaku masih berusia anak maka  upaya rehabilitasi merupakan langkah terbaik. Selain itu, perlindungan terhadap anak harus  dilakukan karena setiap anak mempunyai hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari tindakan kekerasan dan diskriminasi,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia menjelentrehkan kepada Kabarpas.com, kunci utama untuk mengurangi tindak kekerasan seksual terhadap anak ini terletak pada ibu, sebab ibu merupakan manager rohani  dalam mengasuh anak, punya kesabaran yang lebih (fakta kodrat: kesabaran mengandung selama 9 bulan) serta memiliki kedekatan emosional yang lebih besar terhadap anak.

“Maka, jika ada dugaan terjadinya kekerasan seksual terhadap anak, maka keluarga perlu memberikan dukungan dan kasih sayang pada anak dan biarkan anak bercerita, jangan menyalahkannya. Segera membawa anak pada palayanan kesehatan dan mendapatkan layanan medis serta layanan psiko social pada lembaga layanan yang sudah tersedia seperti Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Provinsi Jawa Timur dan Pusat Pelayanan Terpadu Perllindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A),” jelasnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa P2TP2A tersebut sudah tersebar di 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Selain itu, ia juga mengatakan, perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan seksual ini sesuai dengan Intruksi Presiden nomor 5 tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri, telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sebagai Provinsi yang telah berkomitmen dalam mengimplemantasikan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berupa Anugerah Parahita Eka Praya secara berturut-turut. Yakni, mulai tahun 2004 sampai tahun 2013, sehingga pada tahun 2014 mendapatkan penghargaan sebagai Mentor,” ujarnya

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan, Setiyono juga menyampaikan hal yang sama dengan Wagub Jatim tersebut. Ia mengatakan bahwa kasus kejahatan seksual terhadap anak di wilayah Kota Pasuruan juga terus meningkat. Padahal, pihaknya sudah berusaha keras untuk melakukan pencegahan dengan cara gencar melakukan sosialisasi dan pendampingan.

“Mereka adalah generasi emas yang harus kita jaga, kita awasi bersama-sama. Jangan sampai mereka menjadi korban dari oknum-oknum yang tidak berperikemanusiaan. Saya mengajak orang tua, guru, kepala sekolah, para tetangga, dan segenap lapisan masyarakat untuk melindungi dan menjaga anak’anak yang notabene adalah “penerus” sampai mereka benar-benar menjadi pribadi yang sukses dan membanggakan,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Dalam acara ini sendiri, selain dihadiri oleh Wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf beserta Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BPPKB) Jawa Timur, Lies Idawati. Juga dihadiri oleh Noe Letto, Ria Enes dan Susan. Acara ini juga diisi dengan penampilan para anak – anak Kota Pasuruan. (adv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *