Jenazah Pendaki Tewas Tersambar Petir di Lereng Arjuno Berhasil Dievakuasi

Prigen (Kabarpas.com) –  Setelah melalui proses berjam-jam. Jenazah pendaki yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Bintara Ferdiansyah (20), akhirnya berhasil dievakuasi. Proses evakuasi mahasiswa asal Bojonegoro ini memakan waktu panjang karena sempat terkendala oleh cuaca.

Petugas Basarnas dibantu warga akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah pendaki Unesa, yang meninggal dunia usai disambar petir di kawasan Watu Gedhe, atau di atas Lembah Kijang lereng Gunung Arjuno, Selasa (13/12/2016) siang kemarin.

Pantauan Kabarpas.com di lokasi, jenazah korban tersambar petir itu, tiba di pos pendakian Prigen sekitar pukul 16.30 WIB. Jenazah tersebut dimasukkan ke dalam kantong mayat berwarna kuning dan dibawa dengan mobil Hartop dengan bak terbuka milik Tim SAR.

Saat mobil Hartop yang membawa jenazah korban tiba di pos pendakian, sejumlah petugas gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, tim SAR, Basarnas, dan relawan tersebut langsung melakukan pagar betis. Tindakan ini untuk mencegah masyarakat mendekati jenazah yang akan dibawa ke RS Bhayangkara, Porong, Sidoarjo, untuk dilakukan visum.

Jayadi (50), bapak kandung korban, hanya bisa pasrah melihat anaknya sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Sebelumnya saya sempat melarangnya. Tapi, ia meyakinkan saya kalau dia baik-baik saja. Dan kini saya hanya bisa pasrah dan mendoakannya agar tenang di surga,” ucapnya kepada Kabarpas.com.

Sementara dua pendaki lainnya, Ardian dan Mardiansyah yang mengalami luka serius, juga dibawa ke rumah sakit yang sama.

“Seluruh korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Porong,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana kepada Kabarpas.com, Rabu (14/12/2016) petang. (ajo/gus).

(Visited 143 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *