Wartawan Pasuruan Minta Panglima TNI Usut Tuntas Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis

Bangil (Kabarpas.com) – Sejumlah wartawan Pasuruan menggelar aksi solidaritas untuk Sony Misdananta, kontributor Net TV Madiun, yang beberapa waktu lalu menjadi korban  pemukulan oleh oknum TNI AD Yonif 501 Rider Madiun.

Dalam aksinya itu, mereka membawa spanduk yang bertuliskan “Save Jurnalis” dan spanduk bernada protes untuk menuntut Panglima TNI agar mengusut tuntas oknum TNI yang dianggap arogan dan telah mencederai kebebasan pers di Indonesia.

“Kami minta agar panglima TNI bersikap tegas kepada para anggotanya, yang bertindak arogan terhadap kontributor Net TV Madiun. Untuk itu ketegasan harus dilakukan dan tak sekedar minta maaf, melainkan harus mengusut tuntas kasus ini,”ujar Hendry Sulfianto, korlap dalam aksi yang digelar di depan Alun-alun Bangil tersebut, Jumat (07/10/2016).

Selain Hendry, sejumlah wartawan lainya pun turut berorasi secara bergantian, di pinggir Jalur Pantura tersebut. Tentu saja aksi para pemburu berita ini, mengundang perhatian para pengguna jalan dari arah Surabaya menuju ke Probolinggo.

Aksi solidaritas yang diikuti oleh jurnalis media online, cetak, dan televisi ini, juga diwarnai dengan tabur bunga dan peletakan kamera, serta kartu pers sebagai simbol protes terhadap masih adanya kasus kekerasan terhadap para pewarta.

“Kami sebagai wartawan dalam bertugas dilindungi undang-undang. Karena itu sebagai warga negara yang baik tentunya harus taat hukum dan undang-undang. TNI harus menghormati kebebasan pers dan tidak main arogan,” kata Arie Yoenianto, Ketua PWI Pasuruan. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *