Ansor Probolinggo Ancam Tindak Tegas Kadernya yang Ikut Politik Praktis Pilkada 2018

Probolinggo (Kabarpas.com) – Soal Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018 nanti, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC- GP) Ansor Kabupaten Probolinggo menegaskan kalau pihaknya tidak ingin masuk ke ranah Politik Praktis. Sebab Ansor sendiri merupakan Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU).

Hal itu ditegaskan langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, Muchlis. “Ansor tidak masuk ranah politik apapun dan manapun, karena Ansor adalah Banom NU bukan Banom Partai Politik,” jelas Muchlis kepada Kabarpas.com. Kamis, (18/02/2016).

ansor pro 2 copy

Lantaran tidak masuk dalam Banom Poltik. Untuk itu, pihaknya meminta kepada kader Ansor Kabupaten Probolinggo di semua tingkatan baik Ranting PAC dan PC tidak boleh ikut dalam lingkaran politik langsung tersebut. “Tapi Ansor punya kekuatan politik karena kader kami jelas yaitu politik ke ummatan, “imbuhnya.

Kalaupun kader Ansor menggunakan Hak Politiknya dalam Pilbup Kabupaten Probolinggo 2018 nanti, maka semua kader Ansor akan memilih pemimpin yang Rasional dan Acceptable. “Pemimpin itu merupakan pemimpin yang sudah berbuat untuk rakyat serta diterima sepenuhnya oleh hati rakyat Kabupaten Probolinggo,” kata Muchlis kepada Kabarpas.com.

Kendati demikian, ia menegaskan, kalau Ansor tetap pada pendiriannya yaitu sebagai organisasi kepemudaan yang berada dibawa naungan NU. Menurutnya, Ansor tidak mau terjebak dalam ranah politik. Karena persoalan politik tersebut bukan wilayahnya.

“Saya sering mendapat pertanyaan dari beberapa PAC Ansor, karena mantan sekjen Ansor Pusat (Malik Haramain) yang direkomendasikan untuk maju Pilkada 2018 nanti. Untuk itu saya ingatkan, Ansor Kabupaten Probolinggo harus steril dan tidak boleh saling mendukung,”paparnya.

Muchlis berharap, agar PAC Ansor dapat menjaga kenetralannya pada Pilbup 2018 nanti. Sebab, sudah dua orang PAC Ansor di keluarkan dari Pengurus Ansor. Lantaran terlibat dalam partai politik dan sudah menyuarakan politik dukungan pada Paslon. “Saya tidak ingin mendengar lagi PAC yang menyuarakan dukungan. Cukup dua PAC saja yang di pecat,”pungkasnya. (sam/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *