Orgil di Jalur Pantura Probolinggo Resahkan Pengguna Jalan

Probolinggo (Kabarpas.com) – Di beberapa titik jalur Pantura Kabupaten Probolinggo, mendadak banyak terdapat sejumlah orang gila berkeliaran. Ironisnya, orang gila (Orgil) tersebut merupakan kiriman dari luar kota yang diturunkan di kota Kraksaan, kabupaten setempat.

Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, bahwa ada beberapa orang warga yang kebetulan melihat kalau para orgil kiriman yang berasal dari luar kota itu, diturunkan oleh pihak tertentu dari truk pada saat malam hari di lokasi yang sepi.

Keberadaan orgil kiriman ini membuat warga di Kelurahan Semampir resah. Pasalnya, ada beberapa diantara orgil tersebut yang biasa sering mengamuk tak jelas dan menganggu pengguna jalan yang sedang melintas di jalur Pantura tersebut.

“Sudah seminggu orang gila itu di kompleks kampus. Kami takut dia berbuat macam-macam. Kami harap pihak terkait seperti Satpol PP dan Dinas Sosial mengamankannya,” ujar Ubaidillah, salah seorang warga kepada Kabarpas.com. Rabu, (06/01/2016).

Wargapun telah berupaya membawa dan mengusir orang gila dari lokasi keramaian. Namun, usaha tersebut tak membuahkan hasil. Baru setelah beberapa hari berikutnya, orang gila itu akhirnya berhasil dilumpuhkan dan diamakan oleh seorang warga bernama Abdul Ghani (43).

Di tangan pria ini, orang gila tersebut langsung nurut dan mau dibawa Ghani ke rumahnya. Karena mau dibawa ke rumahnya, Ghani pun memandikan dan mencukurnya. “Orang itu, saya kasi nama Joni. Kalau dia ngomong dengan saya nyambung. Saya suruh diam di Pos depan rumah saya,”ungkap Ghani.

Ghani memprediksi, kalau orang gila yang di resahkan warga itu, kemungkinan besar akan sembuh 1 bulan lagi. Asalkan, diajak komunikasi dengan baik.  “Dia sudah sadar dan baikan, kemungkinan bisa waras. Mungkin depresi. Kalau waras, saya pekerjakan di tempat usaha saya (Semar Gold Red). Jika dijemput keluarganya, ya kami serahkan,” pungkasnya. (sam/tin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *