DPO Perampasan Terkapar, Usai Terkena Ledakan Bondet Rakitannya Sendiri

Pasrepan (Kabarpas.com) – Bak pepatah “senjata makan tuan”. Mungkin itulah yang mengambarkan nasib apes yang dialami Yunus (30), warga Dusun Ndelik, Desa Jajangwulung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Pria berpawakan kurus ini terkapar dengan sejumlah luka bakar, usai bondet yang dirakitnya itu meledak ditangannya sendiri.

“Tadi kami mendapatkan laporan dari masyarakat kalau ada ledakan. Sehingga kami pun kemudian langsung menuju ke lokasi untuk mengetahui kondisi apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Kapolsek Pasrepan, AKP I Made Jayantara kepada Kabarpas.com, Rabu, (10/12/2014).

Namun, pada saat Kapolsek beserta anggotanya datang ke lokasi. Ternyata, tidak ada bekas-bekas dari ledakan tersebut. Hal itu dikarenakan, para pelaku berusaha menutupi kejadian ledakan yang berasal dari bom ikan atau yang disebut juga bondet.

“Bahkan saat kami bertanya kepada sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Mereka justru ngomong tidak tahu. Namun, kami pun tak percaya begitu saja. Sebab kami menaruh curiga kepada warga, setelah kebetulan kami melihat ada sebuah bercak darah di sekitar rumah tersebut.,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa dirinya bersama anggotanya itu langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Alhasil, petugas kepolisian itu akhirnya menemukan sebuah rumah kosong yang sedang dikunci.

“Meski pintu rumah itu sudah dalam kondisi terkunci. Namun, kami berusaha dengan paksa untuk membuka pintu rumah tersebut hingga akhirnya terbuka,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Pada waktu dibuka itulah pihak polisi menemukan kalau Yunus sedang bersembunyi dalam kondisi sudah terkapar, di bawah sebuah kolong tempat tidur di rumah temannya bernama Qodir tersebut. “Bondet itu memang sengaja dibuat Yunus dan kedua rekannya yang saat ini kabur, untuk dipakai sebagai senjata dalam aksi kejahatan,” imbuhnya.

Oleh pihak kepolisian setempat, Yunus langsung segera dibawa ke IGD RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan untuk mendapat perawatan. Menurut Kapolsek, Yunus merupakan DPO pelaku perampasan yang beraksi dengan senjata bondet untuk mengancam para korbannya. (ajo/uje).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *